Semarang, IDN Times - PT KAI Daop 4 Semarang mulai memberlakukan pembatasan tingkat keterisian penumpang untuk menerapkan aturan physical distancing. Mulai awal bulan ini, tingkat keterisian penumpang kereta api dari maupun menuju Semarang dibatasi maksimal hanya 50 persen.
Okupansi Kereta Dibatasi 50 Persen, Terapkan Physical Distancing

1. KAI terapkan sistem blok seat di gerbong kereta
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro mengungkapkan pihaknya mulai saat ini menerapkan sistem blok seat di tiap gerbong agar physical distancing dapat dijalankan dengan maksimal.
"Termasuk kita berlakukan buat penumpang yang bawa pasangan, suami istri, saudara maupun anggota keluarga lainnya. Ini untuk menanggulangi penularan virus Corona," aku Kris saat dikonfirmasi IDN Times, Jumat (3/4).
2. Beberapa operasional kereta disetop dulu
Kris bilang saat ini PT KAI sudah mendapat tembusan surat dari kepala daerah untuk tidak mengoperasikan kereta api ke sejumlah wilayah tertentu.
Menurutnya upaya tersebut jadi faktor penting untuk mengambil langkah pembatalan perjalanan kereta api.
"Kita berharap para kepala daerah yang berada di wilayah Tegal hingga Cepu, juga ke arah selatan sampai dengan Gundih, dapat juga melayangkan surat kepada PT KAI terkait pembatasan mobilitas orang yang masuk melalui kereta api," jelasnya.
3. Pemudik yang naik kereta juga ditetapkan jadi ODP
Sesuai arahan Presiden Jokowi dan Menko Kemaritiman dan Investasi, katanya pihaknya tidak memberlakukan larangan mudik via kereta. Namun, setiap pemudik yang datang akan dikenai status ODP.
Selain itu, para pegawai BUMN dan anak perusahaannya dilarang cuti dan mudik saat lebaran nanti.