Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ompreng MBG SMKN 8 Semarang Kemasukan Tikus, Ini Kata Disdik

Ompreng MBG SMKN 8 Semarang Kemasukan Tikus, Ini Kata Disdik
Wadah untuk program Makan Bergizi Gratis di Makassar menggunakan ompreng. (IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
  • Seekor tikus ditemukan di dalam ompreng makan bergizi gratis untuk siswa SMKN 8 Semarang, memicu perhatian dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah.
  • Pihak Disdik menjelaskan tikus masuk karena tumpukan box ompreng belum dirapikan dan memastikan distribusi makanan dilakukan oleh SPPG Mugasari.
  • SPPG Mugasari mengakui kesalahan, meminta maaf, mengganti makanan yang terkontaminasi, dan diminta memperketat kebersihan dapur agar kejadian serupa tak terulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Seekor tikus ditemukan di dalam ompreng makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan bagi para siswa SMKN 8 Semarang. Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah menyatakan tikus tersebut masuk ke dalam satu tumpukan ompreng yang sedang disajikan bagi siswa SMKN 8 Semarang. 

Kabid Pembinaan SMK Disdik Jateng Roberto Agung Nugroho mengatakan tikus yang masuk ke dalam ompreng kemungkinan berasal dari tumpukan box yang belum dirapikan. 

"Awalnya ada beberapa ompreng yang masuk ke dalam tumpukan box. Dan tikus itu masuk ke dalam box yang belum dirapikan. Sehingga pas dibuka boxnya lalu masuk kesitu. Mungkin tikusnya kan ndlesep-ndlesep disitu terus akhirnya terkonangan. Terus keluar ompreng," kata Agung kepada IDN Times, Rabu (1/4/2026).

Agung memastikan ompreng yang kemasukan tikus di SMKN 8 Semarang didistribusikan oleh petugas SPPG Mugasari. 

Namun terkait berapa jumlah penerima manfaat di SMKN 8, pihaknya belum mengetahui secara detail. "Berdasarkan informasi dari SPPG Mugasari. Penerima manfaat saya belum cek ke sekolahnya ada berapa banyak," terangnya. 

Lebih lanjut lagi, ia mendapat laporan bahwa pihak SMKN 8 Semarang melaporkan temuan tikus di dalam ompreng kepada petugas penanggung jawab MBG di sekolahan tersebut.

Kemudian temuan tikus itu dilaporkan kepada pihak SPPG di SMKN 8. Selanjutnya laporan diteruskan kepada pihak SPPG Mugasari sembari mengembalikan tumpukan ompreng yang kemasukan tikus untuk kemudian meminta pengganti makanan kepada SPPG Mugasari. 

"Yang kemasukan tikus ada satu box. Dan pihak sekolahan juga minta mengganti boxnya juga," akunya. 

Dari kejadian yang menghebohkan di SMKN 8 Semarang, pihaknya mendapat laporan bahwa SPPG Mugasari mengakui adanya kesalahan tersebut. "Lalu mereka meminta maaf dan mengganti makanan yang masih ada di dalam dapur SPPG," ungkapnya. 

Agung menegaskan kejadian di SMKN 8 Semarang mustinya menjadi salah satu yang harus diperhatikan semua pihak. Pasalnya, setiap SPPG harus mengontrol kebersihan dapurnya. 

"Dengan kejadian itu harus diperhatikan lagi kebersihan lingkungan, dapurnya. Bisa jadi kurang higienis dapurnya," kata Agung. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More