Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Orang Tua Harus Jadi Teman Ngobrolnya Gen Z, Jangan Men-judge
Para siswa SMAN 6 Semarang saat mendengarkan pemaparan dari Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jateng Ema Rachmawati. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Pola komunikasi para orang tua perlu disesuaikan dengan kemampuan para Gen Z yang berdasarkan pendataan rata-rata lahir antara tahun 1997-2012. Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jateng Ema Rachmawati, salah satu jurus meminimalisasi tindak kekerasan pada anak adalah komunikasi efektif orang tua kepada anak. 

Karena selama ini, gap atau celah komunikasi antar generasi menyebabkan anak mencari pelarian kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Saya mengajak orang tua belajar berkomunikasi dengan Generasi Z. Menjadi teman yang baik, jangan men-judge (menghakimi), namun bisa diajak sebagai teman ngobrol," tuturnya saat acara Forum Anak Goes To School 2024.

1. Sekolah mustinya jadi tempat nyaman buat siswa

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jateng Ema Rachmawati. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Ema juga mengajak pihak sekolah mewujudkan tempat yang nyaman bagi siswa. 

Bukan hanya untuk belajar, kata Ema tapi juga tempat dengan orang-orang yang mampu menghargai dan mengembangkan potensi setiap siswa. 

Begitu pula dengan masyarakat diharap mau menyesuaikan pola komunikasi remaja yang lahir di rentang 1997-2012. 

2. Banyak siswa siswi alami gangguan mental

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jateng Ema Rachmawati. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sementara dari penelitian yang dilakukan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Jateng, banyak siswa atau siswi jenjang SMA sederajat mengalami gejala gangguan mental. 

Ini diindikasikan dengan gangguan tidur, rasa mual ketika makan, atau rasa cemas berlebihan.

"Pasti ini ada sesuatu di rumah yang perlu diperbaiki. Sehingga harus disediakan ruang curhat, kalau tidak dengan orang tua, bisa dengan sekolah. Kami pemerintah juga menyediakan aplikasi 'Jogo Konco' yang bisa on call. Atau bisa juga ke RSJ Amino Gondohutomo, yang juga menyediakan 24 jam, bisa curhat tentang apa saja," akunya. 

3. Gaungkan Jogo Konco

Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Dendi Resando mengemukakan pada acara Forum Anak Goes To School juga diselipi acara penanganan kasus perundungan.

Saat menyambangi SMA Negeri 6 Semarang, Forum Anak juga memberi siswa pengetahuan soal Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA). 

"Tujuannya untuk mengusung Jogo Konco, dan memberikan materi terkait pencegahan kekerasan seksual dan internet sehat, yang terkadang tidak diajarkan ke sekolah," jelas Dandi. 

4. Siswa SMAN 6: Intinya harus komunikasi

Ilustrasi pelajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru (unsplash/isengrapher)

Siswa Kelas X SMAN 6 Semarang Wildan Maulana berharap, komunikasi yang efektif dapat mencegah kasus bunuh diri. 

"Untuk menjaga jiwa nyawa anak mulai dari sekarang. Intinya, harus komunikasi, agar terbangun hubungan erat agar tidak terjadi bullying," kata Wildan. 

Jika ingin curhat secara online, bisa menghubungi via website https://dp3akb.jatengprov.go.id/jogokonco/ . Atau Layanan Konsultasi Online Psikologi dan Psikiatri 24 jam atau KOPPi 24, yang dapat dijangkau melalui nomor 0821 3000 3400. Adapula KOPI 93 ( Konsultasi Online Psikologi jam 9 pagi - jam 3 sore) dengan obrolan pesan di nomor 0821 3758 0805.

Editorial Team

Related Article