Salatiga, IDN Times - Industri perunggasan Indonesia, yang diakui sebagai salah satu sektor prospektif di negara ini, beroperasi dalam proses bisnis yang kompleks dan menuntut efisiensi serta ketepatan dari hulu ke hilir.
Dalam langkah krusial menuju keberlanjutan, PT Charoen Pokphand
Indonesia Tbk (CPIN), salah satu pemain utama di industri perunggasan di Indonesia, telah memulai perjalanan inovatifnya dengan memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT), yaitu energi surya melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Inisiatif ini dilakukan bekerja sama dengan SUN Energy, pengembang energi surya terkemuka di sektor industri dan komersial.
Kehadiran energi surya berkapasitas 1,5 MWp yang berlokasi pada salah satu Plant PT Charoen Pokphand Indonesia - Food Division yang di Salatiga, Jawa Tengah.
Diharapkan nantinya memberi kontribusi positif terhadap tujuan keberlanjutan bisnis. Implementasi PLTS diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon dari kegiatan operasional perusahaan.
