Banyak pencinta sepak bola merasakan paradoks fisik yang aneh selama gelaran Piala Dunia 2026. Mata sudah perih, otot-otot leher kaku, dan jam tidur hancur-hancuran karena hanya rehat 3 sampai 4 jam semalam. Namun, begitu jam pertandingan dini hari tiba, tangan kamu seolah bergerak otomatis mencari dan mengeklik kembali tautan streaming pertandingan.
Mengapa tubuh rasanya seperti habis digebuk, tapi otak tetap merasa "bahagia" dan ketagihan setiap malam? Berikut adalah penjelasan ilmiah dari sudut pandang saraf (neurologis) dan psikologis, ya!
