Patung garuda yang terpasang di Unnes. (IDN Times/Dok Humas Unnes)
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M Aries Aviani Nugroho, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terbuka bagi mahasiswa di wilayah Semarang Raya.
“Pendaftaran akan dimulai pada 18 Mei 2026. Nantinya peserta mengajukan proposal ide bisnis atau inovasi yang berkaitan dengan Pegadaian dan solusi finansial,” ujarnya.
Pegadaian menargetkan sedikitnya 100 hingga 150 tim mengikuti kompetisi tahap awal di Unnes. Meski pelaksanaan dipusatkan di kampus tersebut, peserta tidak hanya berasal dari mahasiswa Unnes.
“Kami membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa di Semarang Raya. Informasi lengkap nantinya akan kami sebarkan melalui flyer dan media sosial,” katanya.
Aries berharap ide terbaik dari kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai proposal, tetapi dapat diimplementasikan menjadi program nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami, ide-ide mahasiswa ini bisa menjadi solusi yang benar-benar diterapkan, khususnya untuk masyarakat Jawa Tengah,” tambahnya.
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unnes, Prof Zaenuri, ajang BCC 2026 yang diinisiasi Pegadaian wadah positif bagi mahasiswa mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis dalam menjawab tantangan ekonomi dan keuangan.
Kegiatan tersebut turut didampingi dan dihadiri oleh para pimpinan fakultas dan lembaga di lingkungan UNNES, di antaranya Dekan FIPP, FBS, FISIP, FMIPA, FT, FIK, FEB, FH, dan FK, Ketua LPPM, Ketua LPPP, serta Direktur Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, dan Konservasi.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. Harapannya, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia industri dan masyarakat,” ujar Zaenuri.