Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemakaian Listrik Warga Jateng Melampaui 5.000 MW Selama Kemarau Panjang

Pemakaian Listrik Warga Jateng Melampaui 5.000 MW Selama Kemarau Panjang
Ilustrasi meteran listrik (dok. PLN)
Share Article

Semarang, IDN Times - Musim kemarau panjang yang melanda Jawa Tengah rupanya turut mempengaruhi pemakaian listrik yang digunakan masyarakat saban hari. Buktinya, PLN UP3 Semarang mencatat adanya peningkatan beban listrik yang digunakan pelanggan rumah tangga selama periode September-Oktober 2023 kemarin. 

"Saat cuaca panas kemarin jika ada kejadian padam listrik karena memang kejadiannya ada beban pemakaian yang naik. Akibatnya trafo yang terpasang di jaringan rumah tangga overload. Rata-rata dari beban listrik di trafo 50 volt jadi 100 volt," ujar Manajer PLN UP3 Semarang, Suparje Wardiyono kepada IDN Times di kantornya, Jalan Tunjung, Kecamatan Semarang Tengah, Selasa (14/11/2023). 

1. Beban puncak terjadi jam lima sampai jam 10 malam

ilustrasi lampu (unsplash.com/Giorgio Trovato)
ilustrasi lampu (unsplash.com/Giorgio Trovato)

Lebih lanjut, ia mengaku kerap berkoordinasi dengan petugas reaksi cepat PLN untuk melakukan pekerjaan penggantian trafo listrik dengan kapasitas lebih besar. 

Terlebih lagi, berdasarkan hasil pendataan beban listrik selama musim kemarau panjang, katanya sebagian besar warga Jawa Tengah khususnya Kota Semarang dan Kendal telah menggunakan listrik dengan beban yang tinggi pada siang hari. 

Beban puncak pemakaian listrik saat musim kemarau 2023, katanya terjadi pada jam 17.00-22.00 WIB malam. 

"Ya solusinya musti pasang trafo yang besar. Soalnya ada beban puncak yang sangat besar pada jam 17.00-22.00 malam. Itu selalu terjadi selama September dan Oktober kemarin," ujar Suparje. 

2. Warga pakai listrik melebihi 5.000 MW

Ilustrasi Pelanggan PLN (Dok. PLN)
Ilustrasi Pelanggan PLN (Dok. PLN)

Ia menyampaikan dalam kurun waktu dua bulan terakhir tersebut total pemakaian listrik di seluruh Jawa Tengah telah melampaui angka 5.000 Mega Watt (MW). Beban listriknya meningkat drastis karena banyak warga yang menyalakan pendingin ruangan dan kipas angin secara bersamaan di jam yang sama. 

Untuk wilayah Kota Semarang misalnya, mencatat rata-rata beban listrik yang digunakan selama kemarau panjang kemarin mencapai 500 MW per hari atau naik dari kondisi normal. 

"Tingginya beban listrik karena dipengaruhi dari pelanggan rumah tangga. Dan rata-rata dialami warga kawasan perumahan. Kalau dari pantauan riil kami, pemakaian listrik yang naik drastis itu biasanya di perumahan wilayah Semarang Timur, Semarang Barat dan Semarang Selatan," urainya. 

3. Sering terjadi padam terencana dan tak terencana

Petugas PLN memeriksa keandalan jaringan listrik. (dok. PLN)
Petugas PLN memeriksa keandalan jaringan listrik. (dok. PLN)

Oleh karena itu, ia tak memungkiri bahwa selama musim kemarau sering terjadi pemadaman arus listrik. Pasalnya, PLN kerap melakukan tindakan cepat jika muncul kejadian padam terencana dan padam tak terencana. 

Yang dimaksud padam terencana adalah tindakan yang dilakukan PLN karena petugas di lapangan sedang memasang gardu atau trafo, mengganti kabel listrik maupun sedang mengerjakan penebangan dahan pohon. 

Sementara padam tak terencana yaitu adanya kejadian di luar dugaan. Seperti pohon tumbang maupun kabel instalasi listrik yang putus tiba-tiba. 

"Kejadian yang sering karena pohon tumbang. Biasanya kejadiannya malam. Untuk jaringan yang rusak karena tumbang gak sampai 50 kejadian. Untuk pemadamannya maksimal dibawah 3 jam. Tapi ada juga padam karena untuk mengamankan petugas yang sedang pasang gardu, ganti kabel dan terabas pohon, ungkap Suparje. 

4. Warga Boom Lama Semarang Utara sering pakai kipas angin pas kemarau

ilustrasi kipas angin (unsplash.com/Delaney Van)
ilustrasi kipas angin (unsplash.com/Delaney Van)

Sedangkan, Endang, warga Jalan Boom Lama, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara mengakui adanya pemakaian listrik yang berlebihan saat kemarau. Jika normalnya ia jarang menyalakan kipas angin. Namun saat kemarau beberapa bulan terakhir membuatnya harus membeli kipas angin baru karena udara di rumahnya terasa gerah. 

"Yo kan kemarin-kemarin panasnya pol, Mas. Lha wong pagi aja sudah kerasa panas. Pas siang jam dua tambah panas. Saya habis jualan pulang rumah langsung nyalain kipas angin. Seringnya sampai malam," kata nenek empat cucu ini. 

Share Article
Curated For You

600 Personel PLN Bersiaga Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

13 Nov 2023, 17:30 WIBNews
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
3+
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More