Semarang, IDN Times – Tren kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Salah satu merek yang merasakan dampak manis dari peningkatan minat masyarakat ini adalah Geely.
Penjualan Mobil Listrik Geely Meningkat, EX2 Jadi Primadona di Jateng

1. Dampak kenaikan harga BBM
Sales Marketing Geely Semarang, Rahman mengungkapkan, penjualan mobil listrik Geely di wilayah Jateng mengalami kenaikan yang signifikan.
‘’Salah satu faktor pendorong utama meningkatnya penjualan Geely adalah efisiensi pajak mobil listrik serta dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertadex,’’ ungkapnya saat ditemui di Sauto Expo 2026 di Mal Ciputra Semarang, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, banyak pengguna kendaraan konvensional yang akhirnya beralih memilih Geely karena biaya pengisian daya yang terkenal murah, ditambah dengan teknologi modern yang memungkinkan pengisian daya cepat fast charging hanya dalam waktu sekitar 20 menit.
"Dulu mungkin proses charging masih lama, tapi sekarang peminatnya banyak banget seiring ada fast charging," ujarnya.
2. Geely EX2 jadi tipe paling laris
Dari beberapa produk yang ditawarkan, Geely EX2 menjadi tipe yang paling diminati dan mencatatkan penjualan paling kencang.
‘’Mobil ini dinilai sangat worth it, terutama bagi kalangan ibu-ibu dan anak sekolah,’’ kata Rahman.
Selain harganya yang terjangkau dan kompetitif mulai Rp248 juta hingga Rp278 juta, daya tarik lainnya adalah paket penjualan Geely yang lengkap. Berbeda dengan beberapa produsen EV lain yang menjual alat pengisi daya secara terpisah, Geely memberikan kemudahan bagi konsumennya.
‘’Untuk pembelian tipe tertinggi (Max), konsumen langsung mendapatkan paket komplit berupa portable charger dan wall charger gratis, termasuk jasa pemasangannya di rumah. Sementara untuk tipe di bawahnya (Pro), konsumen hanya mendapatkan portable charger,’’ jelasnya.
3. Dukungan subsidi pajak
Selanjutnya, dukungan penuh dari pemerintah melalui subsidi dan insentif pajak juga menjadi stimulus kuat melonjaknya penjualan. Rahman menjelaskan, bahwa sebelum adanya dukungan ini, penjualan biasanya hanya berkisar 3 hingga 4 unit per bulan. Namun kini, angka penjualan melonjak hingga bisa mencapai 7 bahkan di atas 10 unit per bulan.
‘’Pajak tahunan untuk mobil listrik Geely pun tergolong sangat murah berkat insentif pemerintah. Untuk dua tipe EV yang dimiliki Geely (baik yang seharga Rp500 jutaan maupun Rp200 jutaan), pajak tahunannya hanya berkisar sekitar Rp143.000 saja per tahun,’’ terangnya..
Sementara, mengenai kekhawatiran konsumen terkait baterai, Rahman menegaskan bahwa baterai mobil listrik Geely sepenuhnya menjadi hak milik konsumen (bukan sistem sewa). Untuk tipe Geely EX2, pihak dealer memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau hingga penggunaan 150.000 kilometer. Sementara untuk tipe EX5, garansi yang diberikan bahkan bersifat lifetime atau seumur hidup untuk tipe tertingginya.