Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina Tambah 9 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jateng DIY Jelang Lebaran
Pekerja menata stok elpiji 3 kilogram di salah satu agen. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
  • Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menambah 9.047.530 tabung LPG 3 kg untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran 2026.
  • Distribusi tambahan dilakukan lewat dua skema, yaitu penyaluran fakultatif sebanyak 5,9 juta tabung dan extra dropping sekitar 3,1 juta tabung dengan jadwal bertahap sejak Februari hingga April 2026.
  • Pertamina menjamin stok aman di pangkalan resmi serta mengimbau masyarakat membeli LPG bersubsidi di jalur resmi dan mendorong pengguna mampu beralih ke Bright Gas non-subsidi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Menyambut bulan Ramadan, arus mudik, hingga libur panjang Hari Raya Idulfitri 2026, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mendistribusikan tambahan pasokan LPG 3 kg di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Total tambahan pasokan yang disiapkan menyentuh angka 9.047.530 tabung. Angka itu setara dengan sekitar 24 persen dari total konsumsi normal di kedua wilayah tersebut, yang biasanya berada di kisaran 37.742.120 tabung.

1. Rincian alokasi dan skema penyaluran LPG 3 Kg

Pekerja membongkar muat tabung gas elpiji 3 kilogram di salah satu gudang agen. (ANTARA FOTO/Akramul Muslim)

Pertamina membagi distribusi tambahan ini ke dalam dua skema utama, yakni penyaluran fakultatif (pengganti saat hari libur/tanggal merah) sebanyak 5.902.480 tabung, dan extra dropping (tambahan di luar distribusi reguler) sebanyak 3.145.050 tabung.

Distribusi berdasarkan wilayah meliputi:

  • Jawa Tengah: Mendapat alokasi tambahan 8.225.930 tabung (24,48 persen dari konsumsi normal sebesar 33.614.480 tabung). Rinciannya terdiri dari extra dropping sebanyak 2.801.210 tabung dan sisanya melalui skema fakultatif.

  • DIY: Mendapat alokasi tambahan 821.600 tabung (19,9 persen dari konsumsi normal sebesar 4.127.640 tabung). Rinciannya mencakup extra dropping sebanyak 343.840 tabung dan sisanya dari penyaluran fakultatif.

2. Jaminan ketersediaan di pangkalan resmi

Pekerja membongkar muat tabung gas elpiji 3 kilogram di salah satu gudang agen. (ANTARA FOTO/Akramul Muslim)

Penyaluran tambahan itu dieksekusi secara bertahap merespons tren peningkatan kebutuhan energi rumah tangga masyarakat. Skema extra dropping mulai berjalan sejak akhir Februari 2026, sementara penyaluran fakultatif dijadwalkan pada 17 Februari, 19 Maret, 21 Maret, dan 3 April 2026 dengan masing-masing kuota yang bervariasi mengikuti permintaan.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT, Taufiq Kurniawan mengatakan, langkah tersebut merupakan strategi Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan energi di lapangan. Pertamina memastikan keandalan stok terjaga hingga ke tingkat distribusi pangkalan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

“Kami memastikan tambahan pasokan LPG 3 kg ini dapat menjaga keandalan stok di lapangan, terutama di tingkat pangkalan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG 3 kg selama Ramadan hingga Lebaran,” katanya dilansir keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

3. Warga diimbau beli di pangkalan resmi

Pekerja menata stok elpiji 3 kilogram di salah satu agen. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Untuk menjaga kelancaran program subsidi pemerintah, Pertamina mendorong masyarakat mampu untuk beralih menggunakan produk LPG nonsubsidi, seperti Bright Gas varian 5,5 kg dan 12 kg.

Taufiq juga mengimbau warga agar selalu membeli LPG 3 kg melalui pangkalan resmi Pertamina. Selain jaminan ketersediaan stok, harga jual di pangkalan resmi dipastikan mematuhi ketetapan pemerintah, yakni maksimal Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.000.

Masyarakat dapat mengecek lokasi pangkalan resmi terdekat melalui situs subsiditepatlpg.mypertamina.id.

Editorial Team