Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Petugas BPOM Ambil Sampel Nasi, Lauk dan Semangka MBG SMAN 1 Lasem Rembang
Ilustrasi seorang petugas BPOM Semarang memeriksa sampel bahan makanan.(IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Loka POM Grobogan mengambil sampel nasi, lauk, dan semangka MBG di SMAN 1 Lasem untuk diuji di laboratorium Balai Besar POM Semarang.
  • Sebanyak 777 orang dilaporkan mengalami keracunan, terdiri dari 752 siswa dan 25 guru; 23 orang sempat ditangani puskesmas, termasuk enam rawat inap.
  • Penelusuran mengarah ke SPPG Soditan, distributor MBG dari Yayasan Semende; korban mengalami mual dan diare, sementara dapur sudah dibersihkan saat inspeksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
semalam

Petugas melihat korban dengan gejala umum diare, melakukan inspeksi dapur, dan mewawancarai Kepala SPPG Soditan. Kondisi dapur SPPG disebut telah dibersihkan.

tadi malam jam 12 malam

Jumlah pelapor menjadi 23 orang, terdiri atas enam pasien rawat inap dan 17 rawat jalan di puskesmas.

4 September 2026

Petugas Loka POM Grobogan bergerak ke SMAN 1 Lasem untuk mengambil sampel makanan MBG yang diduga terkait keracunan massal.

Siang ini

Petugas Loka POM Grobogan sudah berada di sekolah untuk mengambil sampel semangka, nasi, dan lauk jika kondisinya memungkinkan. Sampel akan diuji di laboratorium Balai Besar POM Semarang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Petugas Loka POM Grobogan mengambil sampel nasi, lauk, dan semangka dari program Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Lasem setelah ratusan warga sekolah mengalami dugaan keracunan makanan.
  • Who?
    Loka POM Grobogan, Dinas Kesehatan Rembang, Balai Besar POM Semarang, SPPG Soditan, Yayasan Semende, serta 777 warga SMAN 1 Lasem yang terdiri dari 752 siswa dan 25 guru.
  • Where?
    Pengambilan sampel dilakukan di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang. Penelusuran juga dilakukan di dapur SPPG Soditan, sementara pengujian direncanakan di laboratorium Balai Besar POM Semarang.
  • When?
    Petugas berada di lokasi pada Jumat, 4 September 2026. Hingga pukul 24.00 malam sebelumnya, 23 orang dilaporkan berobat di Puskesmas Lasem.
  • Why?
    Sampel dikumpulkan karena makanan MBG diduga berkaitan dengan keluhan mual dan diare yang dialami warga sekolah setelah konsumsi makanan yang didistribusikan SPPG Soditan.
  • How?
    Petugas mengumpulkan data, melakukan inspeksi dapur dan wawancara dengan Kepala SPPG Soditan, lalu mengambil sampel makanan apabila kondisinya memungkinkan untuk diuji di laboratorium.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak murid dan guru di SMAN 1 Lasem sakit perut dan diare setelah makan MBG. Ada 777 orang yang sakit, yaitu 752 murid dan 25 guru. Petugas BPOM datang mengambil nasi, lauk, dan semangka untuk diperiksa di laboratorium. Mereka juga mencari tahu dari dapur yang membagikan makanan itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat Loka POM dan Dinkes menunjukkan adanya perhatian serius terhadap kesehatan warga sekolah. Pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium, pendataan korban, inspeksi dapur, serta rencana evaluasi dan pelaporan ke BPOM Pusat menciptakan dasar penanganan yang lebih terukur bagi kasus ini dan penyusunan catatan khusus bagi penyedia MBG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Grobogan, IDN Times - Sejumlah petugas Loka POM Kabupaten Grobogan hari ini, Jumat (4/9/2026) bergerak ke SMAN 1 Lasem Rembang untuk mengambil berbagai sampel makanan dari MBG yang terindikasi menimbulkan keracunan pada ratusan siswa di sekolahan tersebut. 

Kepala Loka POM Grobogan, Ronald Hotaguan Manik mengatakan sampel makanan yang diambil sesuai dengan informasi dari Dinkes Rembang serta laporan yang disampaikan netizen di medsos mengenai kasus keracunan massal di SMAN 1 Lasem. 

"Siang ini teman-teman petugas Loka POM Grobogan sudah ada di lokasi sekolah. Kalau kami dapatkan sampel semangka juga tentu kami uji. Termasuk nasi dan lauknya. Kalau kondisinya memungkinkan. Proses pengujian dilakukan di laboratorium Balai Besar POM Semarang," kata Ronald kepada IDN Times, Jumat (4/9/2026). 

Ia menuturkan berdasarkan assesment secara keseluruhan terdapat 777 orang yang mengalami keracunan makanan MBG di SMAN 1 Lasem Rembang. Dari jumlah tersebut, 752 orang merupakan siswa dan 25 lainnya adalah guru. 

"Informasi dari Dinkes, awalnya ada sekitar 1.244 orang (yang mengonsumsi MBG) di SMAN 1 Lasem. Dari jumlah itu, ada 18 orang masuk IGD, UGD di Puskesmas Lasem. Guru 5 dan 13 siswa. Tapi tadi malam jam 12 malam yang melapor jadi 23 orang rinciannya enam rawat inap, 17 rawat jalan yang ditangani di puskesmas. Keseluruhan jumlah murid guru yang keracunan ada 777 orang," ujarnya. 

Ia menjelaskan penelusuran yang dilakukan Dinkes dan Loka POM Grobogan diketahui bahwa SPPG Soditan yang mendistribusikan makanan MBG ke SMAN 1 Lasem Rembang. Sedangkan nama yayasan ialah Yayasan Semende. 

Ketika kejadian keracunan muncul dan merebak, banyak siswa SMAN 1 Lasem yang mengalami mual-mual dan diare. 

"Gejala semuanya diare. Kami semalam lihat sendiri para korbannya gejala umum diare. Lalu kita lakukan kitchen inspection dan mewawancara Kepala SPPG Soditan. Nah pas di tempat SPPG Soditan, ndelalah kondisi dapur sudah dibersihkan semua," tuturnya. 

Dengan kasus keracunan MBG yang merebak di SMAN 1 Lasem, pihaknya sedang melakukan pengumpulan data terlebih dahulu untuk mengambil sampel-sampel makanan MBG. 

"Sekiranya sudah tertangani datanya, kami akan sampaikan evaluasi ini di SPPG-nya. Mungkin juga kami membuat dan menaikan laporannya ke pimpinan BPOM Pusat. Agar ada kebijakan di pusat untuk menyusun dokumen perencanaan dan catatan khusus buat semua SPPG Rembang," tegasnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article