Semarang, IDN Times - Pimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Tengah menyambut niatan mantan Walikota Semarang Hendrar Prihadi untuk bergabung dengan partainya.
Sejumlah elite partai pimpinan Kaesang Pangarep tersebut sudah mendengar kasak-kusuk yang menyebut Hendrar alias Hendi akan bergabung dengan PSI. Ketua Dewan Pembina PSI Jateng, Muhammad Farchan mengatakan apabila Hendi serius bergabung dengan partainya, maka tentu jadi momentum yang luar biasa bagi mesin politik partainya.
Farchan berkata Hendi merupakan figur besar di Kota Semarang.
Selain pernah jadi Walikota Semarang dua periode, Hendi juga mantan ketua PDIP Kota Semarang sekaligus calon wakil gubernur Jateng. Pada kontestasi Pilkada Jateng 2024 silam, Hendi bersama Andika Perkasa berpasangan menjadi cagub dan cawagub.
"Wali kota dua kali kok. Itu kan luar biasa. Bekas ketua partai di tingkat kota loh, jangan main-main. Apalagi beliau pernah menjadi calon wakil gubernur. Ini kan bisa menjadi momentum mendorong PSI di Jawa Tengah. Kita menyambut baik," urainya saat ditemui usai paripurna di Gedung Berlian DPRD Jateng, Rabu (8/7/2026).
Dirinya menduga niatan Hendi akan menyeberang ke PSI karena sudah merasa tidak nyaman di internal PDIP. Sehingga memang ada figur yang memilih meloncat mencari partai lain.
Menurutnya, dinamika politik selalu cair dan terbuka terhadap segala macam kemungkinan, termasuk bagi seorang tokoh untuk mencari wadah perjuangan yang baru.
"Di panggung politik semua bisa terjadi. Kalau mereka sudah tidak nyaman di rumah yang lama, bisa saja pindah cari rumah yang baru. Gitu saja," ujar Farchan
Sebab itulah, jika Hendi bergabung dengan PSI maka diyakini membawa dampak elektoral yang instan dan signifikan bagi kepengurusan partai di tingkat wilayah.
Disamping itu, Farchan kini masih menunggu keseriusan Hendi nyeberang ke PSI Jateng. Partainya bersikap realistis sambil menunggu perkembangan konkrit dan pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait.
Namun, dirinya kembali menggarisbawahi bahwa ketiadaan informasi resmi saat ini tidak membuat kemungkinan tersebut tertutup sama sekali di masa depan.
Ia pun berkata niatan Hendi bergabung dengan PSI jadi hal jamak di dunia politik nasional.
"Kalau sampai hari ini kan belum ada saya mendengar statement tersebut. Tapi yang jelas di politik itu hal yang lumrah," akunya.
Bagi PSI, tidak ada alasan kuat untuk menolak tokoh potensial seperti Hendi yang memiliki niat baik untuk membesarkan partai.
Secara prinsip, partainya berusaha merangkul semua golongan. Mulai wajah-wajah baru maupun politisi senior dari partai lain. Ini, katanya menjadi strategi penting agar mesin partai bisa bergerak lebih masif.
"Namanya partai itu kan terbuka. Siapa pun ya diterima. Mau bekas dari partai lain, anggota baru, ya diterima. Kalau ingin besar ya siapa pun boleh. Masa enggak mau terima sih? Kapan partai ini menjadi besar," paparnya.
