Pusdiklat Semarang Jadi Lokasi Pengungsian Korban Banjir Dinar Indah

1. Prioritaskan ibu dan anak-anak untuk mengungsi

Plt Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, lokasi tersebut dipilih karena merupakan tempat yang dirasa nyaman dan terdekat dari lokasi banjir.
‘’Karena ini ada banyak anak-anak dan ibu-ibu yang terdampak, maka kita akan bawa ke pusdiklat agar mendapat perawatan yang layak baik makanan dan kebutuhan lainnya. Kalau untuk warga yang terdampak banjirnya lewat kami akan mengirimkan makanan malam ini,’’ ungkapnya dalam rekaman resmi, Jumat (6/1/2022).
Pemerintah Kota Semarang kembali menghidupkan dapur umum di Balaikota Semarang yang beberapa waktu lalu memasok makanan bagi korban banjir di Semarang bawah.
2. Dinar Indah di daerah cekungan dan langganan banjir

‘’Sehingga kejadian ini masih bisa kami antisipasi dan masih ada bantuan dari Kementerian Sosial. Ada selimut, makanan siap saji, dan lainnya untuk korban banjir sehingga bisa segera ditangani,’’ tuturnya.
Banjir bandang yang merupakan kiriman dari Sungai Kluweh Ungaran ini memiliki debit air mencapai 200 cm. Sehingga, mengakibatkan tanggul Sungai Pengkol jebol. Selain itu, lokasi banjir di kawasan Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Tembalang ini merupakan daerah cekungan.
Ita menyampaikan, lokasi ini merupakan daerah cekungan dan sudah menjadi langganan banjir. Ada tiga kali tanggul jebol, kemudian masyarakat tidak mau direlokasi karena ini perumahan. Saat ini yang terdampak satu RT dengan 37 KK dan 147 jiwa.
3. Koordinasi dengan BBWS untuk perbaiki tanggul jebol

‘’Ada juga satu yang terjebak banjir hingga meninggal. Korban adalah warga berkebutuhan khusus dan rumahnya kebetulan ada di pinggir Sungai Pengkol. Saat kejadian dia ada di dalam rumah sendirian karena adiknya sedang ada di luar. Saat ini sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Wongsonegoro,’’ katanya.
Selain warga di Perumahan Dinar Indah, lokasi yang terdampak banjir ada di Sendangmulyo dengan 150 jiwa dan Rowosari dengan 300 jiwa. Untuk menangani masalah tersebut Pemkot Semarang langsung melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
‘’Kami berkoordinasi dengan BBWS karena Sungai Pengkol ini miliknya BBWS sehingga penanganannya bersama-sama. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum juga sudah mengirimkan sandbag untuk menahan tanggul. Tanggul yang jebol ini sepanjang 20 meter dan tinggi 1,4 meter dan lebar diameter 25 cm,’’ tandasnya.



















