Aksi longmarch para lansia korban mandiri taspen rela berjalan sejauh 2 kilometer, Jumat (26/6/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Aksi dimulai dari kantor kuasa hukum mereka di Peradi Sai Purwokerto. Para demonstran kemudian melakukan long march sejauh sekitar 2 kilometer menuju kantor Bank Mandiri Taspen. Aksi tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian Polresta Banyumas.
Sesampainya di lokasi, para pensiunan dan kuasa hukum mereka melakukan orasi dengan lantang. Mereka menuntut agar seluruh transaksi kredit fiktif tersebut dibatalkan. Kuasa hukum Djoko Susanto dalam orasinya menyampaikan apa yang diperbuat karyawan dan sistemnya harus diproses hukum.
"Kita adalah warga negara yang taat hukum, tapi setiap hari kami dirundung kebingungan untuk membayar angsuran hutang sambil makan. Oleh karena itu, sampai malam pun kita akan tunggu. Kalau perlu pintu kita gembok dan kita yang akan menguasai kepada para pejabat, Presiden, Ketua DPR, Ketua Partai Politik. Tolong dengarkan, ini masyarakat Banyumas sedang sakit!,"serunya.
Djoko menambahkan bahwa para nasabah siap berjuang sampai titik darah penghabisan. Ia juga mengapresiasi pengawalan dari Polisi dan TNI, serta menyatakan akan melakukan aksi bergantian dengan total 127 orang jika tuntutan tidak segera dipenuhi.
"Kami tidak akan menyerah. Para nasabah pun siap mati untuk mempertahankan hak mereka. Kalau perlu kami sholat Jumat di sini dan tunggu sampai malam. Besok kami akan adakan aksi damai lagi supaya Mandiri Taspen mau melindungi kami dan memberikan pertanggungjawaban," tegasnya.