Respati Dorong ASN Solo “Bike to Work”, Strategi Hemat Energi

- Wali Kota Solo Respati Ardi mengkaji program 'bike to work' bagi ASN dan Forkopimda untuk menekan konsumsi BBM serta membangun budaya transportasi ramah lingkungan di pemerintahan.
- Kebijakan efisiensi energi ini menjadi langkah antisipatif menghadapi isu kenaikan harga BBM, dengan jaminan stok aman dan imbauan agar warga tidak melakukan panic buying.
- Pemkot Solo juga menerapkan WFA, pengaturan suhu AC, pembatasan listrik, dan opsi pengurangan mobil dinas guna memperluas efisiensi energi tanpa mengganggu pelayanan publik.
Surakarta, IDN Times - Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyiapkan sejumlah langkah penghematan energi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Salah satu kebijakan yang tengah dikaji adalah program “bike to work” atau berangkat kerja menggunakan sepeda bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan ini muncul di tengah isu kenaikan harga BBM, meski hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat. Respati menegaskan, langkah ini juga menjadi bagian dari dorongan penggunaan transportasi publik yang lebih masif di Kota Solo.
1. “Bike to Work” Jadi Opsi Baru ASN Solo.

Respati menyebutkan, Pemkot Solo tengah mengkaji penerapan program “bike to work” yang akan melibatkan ASN hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk TNI dan Polri.
Ia berharap, penggunaan sepeda dan transportasi publik bisa menjadi budaya baru di lingkungan pemerintahan. Selain menekan konsumsi BBM, langkah ini juga dinilai lebih ramah lingkungan.
“Ke depan akan kita galakan kembali transportasi publik dan sedang kita kaji bike to work. Jadi kita kurangi penggunaan kendaraan pribadi,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Jika kajian rampung, pengumuman resmi terkait kebijakan ini ditargetkan akan disampaikan dalam waktu dekat.
2. Respon Isu Kenaikan BBM, Warga Diminta Tak Panic Buying

Respati menegaskan, kebijakan efisiensi energi ini merupakan langkah antisipatif merespons isu kenaikan harga BBM. Namun ia memastikan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah pusat terkait hal tersebut.
Di sisi lain, ia juga memastikan stok dan distribusi BBM di Kota Solo dalam kondisi aman. Pemkot bahkan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga.
Respati mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.
“Ketersediaan BBM di Solo masih aman. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” tegasnya.
3. Efisiensi Energi Diperluas, dari WFA hingga Pembatasan Listrik.

Selain mendorong penggunaan sepeda dan transportasi publik, Pemkot Solo juga telah lebih dulu menerapkan kebijakan efisiensi energi di internal pemerintahan.
Beberapa langkah yang sudah berjalan antara lain penerapan work from anywhere (WFA), pengaturan suhu AC di angka 25 derajat Celsius, hingga pembatasan penggunaan listrik pada jam tertentu.
Tak hanya itu, Respati juga membuka opsi pengurangan operasional mobil dinas, selama tidak mengganggu pelayanan publik.
“Pengurangan mobil dinas memungkinkan, tapi tidak boleh mengganggu pelayanan masyarakat,” katanya.
Ke depan, kebijakan efisiensi ini akan terus diperkuat sebagai bentuk kesiapan daerah menghadapi dinamika energi nasional, sekaligus mendorong gaya hidup yang lebih hemat dan berkelanjutan.

















