Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rincian Capex USD 353 Juta PGN untuk Infrastruktur dan Jargas 2026

WhatsApp Image 2025-10-21 at 12.26.26 PM.jpeg
Ilustrasi PGN. (Dok. PGN).
Intinya sih...
  • PGN mengalokasikan Capex sebesar USD 353 juta untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi nasional.
  • 62% dari total Capex 2026 difokuskan pada pengembangan infrastruktur hilir dan menengah, terutama penguatan pipa distribusi gas dan perluasan Jargas.
  • PGN melakukan transformasi digital, meningkatkan kinerja SDM, dan terus mengedukasi masyarakat terkait keselamatan penggunaan energi bersih.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengalokasikan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar USD 353 juta pada tahun 2026. Dana investasi tersebut difokuskan untuk memperkuat infrastruktur distribusi energi nasional, dengan porsi terbesar dialokasikan pada segmen midstream dan downstream.

Langkah strategis tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mendukung target transisi energi menuju Net Zero Emission 2060.

1. Fokus investasi dan integrasi infrastruktur

IMG-20250930-WA0062.jpg
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina menjaga keandalan infrastruktur Stasiun Gas Bojonegara. (Dok. PGN).

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama mengatakan, sekitar 62 persen dari total Capex 2026 akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur hilir dan menengah. Prioritas utamanya adalah penguatan pipa distribusi gas dan perluasan Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas).

"Investasi akan dilakukan secara selektif dan bertahap untuk mendukung ketahanan energi. Kami percaya, dedikasi SDM yang profesional dan berintegritas merupakan motor penggerak utama untuk mencapai target perusahaan tersebut," katanya dilansir keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Komitmen investasi itu langsung direalisasikan di berbagai wilayah strategis, salah satunya Jawa Timur. Saat ini, volume penyaluran gas bumi PGN di Jawa Timur sudah mencapai 197,91 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day), dengan serapan terbesar dari sektor industri.

Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham menyebutkan, perusahaan sedang mengoptimalkan integrasi jaringan pipa eksisting dengan infrastruktur beyond pipeline. Strategi ini menekankan penguatan skema Liquefied Natural Gas (LNG) untuk menghadirkan fleksibilitas pasokan bagi pelanggan industri dan rumah tangga.

"PGN siap beradaptasi dengan berbagai skema pasokan gas bumi untuk merespons kebutuhan secara efisien sekaligus mendukung keandalan energi di Jawa Timur," imbuhnya.

2. Transformasi digital dan kinerja SDM

WhatsApp Image 2025-07-02 at 19.44.11 (1).jpeg
Penyuntikan gas dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) sebagai solusi sementara saat pemeliharaan sumur CPP di Gundih, Blora. (Dok. PGN)

Untuk menopang ekspansi infrastruktur fisik, PGN juga menggenjot transformasi digital di seluruh rantai proses bisnis. Digitalisasi tersebut mencakup aspek asset operation and maintenance, operasi jaringan, hingga manajemen pelanggan.

Keamanan siber ikut menjadi prioritas absolut dengan capaian tingkat keamanan 100 persen pada awal 2026 guna melindungi infrastruktur vital.

Adapun, keberhasilan operasional PGN juga didukung oleh stabilitas ekosistem kerja. Berdasarkan data akhir 2025, tingkat keterikatan pekerja (employee engagement) mencapai 87,74 persen, dengan tingkat perputaran karyawan (turnover) di bawah 3 persen dari total 2.752 pekerja PGN Group..

3. Edukasi jargas dan program sosial

Ilustrasi pemasangan jaringan gas. (Dok. PGN)
Ilustrasi pemasangan jaringan gas. (Dok. PGN)

Selain fokus pada operasional makro, PGN terus mengedukasi masyarakat terkait keselamatan penggunaan energi bersih. Melalui Area Bojonegoro, PGN menggelar kegiatan "PGN Care" di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Jawa Timur, Selasa (11/2/2026).

Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief menyampaikan, kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Jargas, edukasi deteksi kebocoran gas, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.

Masyarakat pengguna Jargas, seperti Binasri (warga RT 24 Bandungrejo), mengaku sangat terbantu dengan edukasi tersebut.

"Sekarang saya tidak lagi mengangkat tabung gas. Gas bumi tersedia 24 jam dan dari segi biaya juga lebih murah. Pengetahuan soal deteksi kebocoran juga sangat penting agar tagihan tidak bengkak," ungkapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Jalur Grobogan-Semarang Putus, Luthfi Instruksikan Percepat Jembatan

17 Feb 2026, 13:24 WIBNews