Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RSUP Kariadi Semarang Berhasil Pisahkan Kembar Siam Shayna-Shazia
Bayi kembar siam berhasil menjalani operasi pemisahan di RS Kariadi Semarang. (IDN Times/Dok Humas RS Kariadi)
  • Tim RSUP dr Kariadi Semarang berhasil memisahkan bayi kembar siam asal Jepara, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely, melalui operasi utama selama sekitar 12 jam pada 28 Juli 2026.
  • Kedua bayi mengalami kondisi perlekatan panggul dengan empat kaki; tantangan utama operasi adalah kandung kemih yang menyatu, setelah persiapan dan pemeriksaan medis berlangsung selama setahun.
  • Kondisi Shayna dan Shazia kini stabil, tetapi masih memerlukan rekonstruksi bagian bawah. Biaya sekitar Rp200 juta ditanggung rumah sakit untuk layanan yang tidak dicover BPJS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
setahun

Tim medis RSUP dr Kariadi menjalankan persiapan dan berbagai observasi sebelum operasi pemisahan.

28 Juli 2026

Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely menjalani operasi pemisahan. Operasi utama berlangsung sekitar 12 jam.

Saat ini

Kondisi Shayna dan Shazia stabil dan kesehatan keduanya baik. Keduanya masih memerlukan perawatan serta rekonstruksi lanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tim medis RSUP dr Kariadi Semarang berhasil memisahkan bayi kembar siam Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely melalui operasi utama sekitar 12 jam.
  • Who?
    Shayna dan Shazia, bayi kembar siam asal Jepara, ditangani tim medis RSUP dr Kariadi Semarang, termasuk dokter spesialis bedah anak dr Agoes Wibisono.
  • Where?
    Operasi dan perawatan lanjutan dilakukan di RSUP dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Operasi pemisahan dilakukan pada 28 Juli 2026. Kondisi pascaoperasi disampaikan dalam konferensi pers pada Jumat, 21 Agustus 2026.
  • Why?
    Pemisahan dilakukan karena Shayna dan Shazia merupakan kembar siam jenis ischiopagus tetrapus, dengan perlekatan pada panggul, empat kaki, serta kandung kemih yang menyatu.
  • How?
    Dokter melakukan persiapan sekitar setahun, operasi pendahuluan, pemasangan tissue expander, endoskopi, pemeriksaan radiologi, serta pembagian kandung kemih. Keduanya kini stabil dan masih memerlukan rekonstruksi bagian bawah tubuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Shayna dan Shazia adalah bayi kembar siam dari Jepara. Tubuh mereka menempel di bagian panggul. Dokter di RSUP Kariadi Semarang memisahkan mereka pada 28 Juli 2026. Operasinya sekitar 12 jam. Dokter juga membagi kandung kemih mereka. Sekarang mereka stabil dan sehat, tetapi masih perlu perawatan lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keberhasilan pemisahan Shayna dan Shazia mencerminkan kerja medis yang terencana dan menyeluruh, mulai dari persiapan selama setahun, pemetaan organ, hingga penanganan rekonstruksi. Kondisi keduanya yang kini stabil dan baik menjadi perkembangan menggembirakan, sementara dukungan rumah sakit dalam menanggung biaya yang belum tercakup BPJS turut meringankan keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely sukses dilakukan oleh tim medis RSUP dr Kariadi Semarang.

Bayi kembar siam asal Jepara ini menjalani operasi 28 Juli 2026 setelah dilakukan berbagai observasi. Bahkan proses persiapannya dikerjakan setahun.

Dokter Spesialis Bedah Anak RSUP dr Kariadi, dr Agoes Wibisono, Sp.BA, FIAPS, mengatakan operasi utama pemisahan berlangsung sekitar 12 jam.

Salah satu tindakan awal yang dilakukan adalah membuat lubang pembuangan BAB pada bagian perut masing-masing bayi.

"Untuk proses operasi pemisahan itu operasi waktu kurang lebih 12 jam. Tapi sebelum melakukan pemisahan, kita melakukan beberapa operasi sebelumnya,” kata Agoes saat konferensi pers, Jumat (21/8/2026).

Shayna dan Shazia diidentifikasi sebagai kembar siam jenis ischiopagus tetrapus. Yaitu kondisi ketika dua bayi mengalami perlekatan pada bagian panggul dan memiliki empat kaki.

Tim medis juga memasang tissue expander untuk memperluas jaringan kulit supaya dapat digunakan untuk menutup bagian tubuh setelah kedua bayi dipisahkan.

Selain itu, dokter melakukan pemeriksaan menggunakan endoskopi untuk mengetahui kondisi organ reproduksi dan saluran kemih kedua bayi.

Namun diakuinya bahwa saat operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut, tantangan yang dihadapi justru kondisie kandung kemih mereka yang menyatu.

“Kandung kemihnya menjadi satu. Jadi, sebagai dasar pemutusan bagaimana kita bisa membagi dua kandung kemih tersebut,” urainya.

Pemeriksaan menyeluruh juga dilakukan dengan bantuan tim radiologi. Dengan pencitraan tersebut, dokter dapat memetakan kondisi organ kedua bayi sebelum menentukan langkah operasi.

Setelah operasi utama berhasil, Shayna dan Shazia masih harus menjalani proses perawatan lanjutan. Saat ini pihaknya memastikan kondisi Shyana dan Shazia sudah stabil. Kesehatan keduanya juga bagus.

“Kondisinya saat ini stabil, bagus. Tapi memang nantinya akan membutuhkan suatu proses lebih panjang lagi karena harus kita rekonstruksi ulang bagian bawah,” tegasnya.

Adapun biaya operasi kembar siam mencapai sekitar Rp200 juta. Namun, tidak dibebankan kepada keluarga. Rumah sakit menanggung biaya penanganan yang tidak tercakup dalam pembiayaan BPJS.

Curated For You

Editorial Team

Related Article