Semarang, IDN Times - Operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely sukses dilakukan oleh tim medis RSUP dr Kariadi Semarang.
Bayi kembar siam asal Jepara ini menjalani operasi 28 Juli 2026 setelah dilakukan berbagai observasi. Bahkan proses persiapannya dikerjakan setahun.
Dokter Spesialis Bedah Anak RSUP dr Kariadi, dr Agoes Wibisono, Sp.BA, FIAPS, mengatakan operasi utama pemisahan berlangsung sekitar 12 jam.
Salah satu tindakan awal yang dilakukan adalah membuat lubang pembuangan BAB pada bagian perut masing-masing bayi.
"Untuk proses operasi pemisahan itu operasi waktu kurang lebih 12 jam. Tapi sebelum melakukan pemisahan, kita melakukan beberapa operasi sebelumnya,” kata Agoes saat konferensi pers, Jumat (21/8/2026).
Shayna dan Shazia diidentifikasi sebagai kembar siam jenis ischiopagus tetrapus. Yaitu kondisi ketika dua bayi mengalami perlekatan pada bagian panggul dan memiliki empat kaki.
Tim medis juga memasang tissue expander untuk memperluas jaringan kulit supaya dapat digunakan untuk menutup bagian tubuh setelah kedua bayi dipisahkan.
Selain itu, dokter melakukan pemeriksaan menggunakan endoskopi untuk mengetahui kondisi organ reproduksi dan saluran kemih kedua bayi.
Namun diakuinya bahwa saat operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut, tantangan yang dihadapi justru kondisie kandung kemih mereka yang menyatu.
“Kandung kemihnya menjadi satu. Jadi, sebagai dasar pemutusan bagaimana kita bisa membagi dua kandung kemih tersebut,” urainya.
Pemeriksaan menyeluruh juga dilakukan dengan bantuan tim radiologi. Dengan pencitraan tersebut, dokter dapat memetakan kondisi organ kedua bayi sebelum menentukan langkah operasi.
Setelah operasi utama berhasil, Shayna dan Shazia masih harus menjalani proses perawatan lanjutan. Saat ini pihaknya memastikan kondisi Shyana dan Shazia sudah stabil. Kesehatan keduanya juga bagus.
“Kondisinya saat ini stabil, bagus. Tapi memang nantinya akan membutuhkan suatu proses lebih panjang lagi karena harus kita rekonstruksi ulang bagian bawah,” tegasnya.
Adapun biaya operasi kembar siam mencapai sekitar Rp200 juta. Namun, tidak dibebankan kepada keluarga. Rumah sakit menanggung biaya penanganan yang tidak tercakup dalam pembiayaan BPJS.
