Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dinkes Jateng Ungkap RS Kariadi Semarang Tangani Satu Pasien Superflu

Dinkes Jateng Ungkap RS Kariadi Semarang Tangani Satu Pasien Superflu
Suasana Poliklinik Garuda di Paviliun Garuda RSUP dr Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih

  • Satu pasien Superflu terdeteksi akhir 2025

  • Perlu waspada karena penularan Superflu cukup cepat

  • Ada gejala berat pada orang komorbid

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah menyatakan telah menemukan satu orang yang teridentifikasi terkena virus influenza A H3N2 Subclade K atau Superflu. Kasus pasien yang terinfeksi Superflu tersebut, kini sedang ditangani oleh tim medis RSUP dr Kariadi Semarang. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, dr Irma Makiah membenarkan ihwal temuan kasus Superflu tersebut. 

Dari segi gelaja, pasiem Superflu tidak ada bedanya dengan flu biasa. Yakni alami demam tinggi, nyeri otot, kepala pusing hingga nyeri tenggorokan.

"Segi penularan, rentan untuk HIV/AIDS, orangtua. Komorbid, tergantung kondisinya, kalau imunitasnya bagus, ya aman," tegasnya.

Table of Content

1. Satu pasien Superflu terdeteksi akhir 2025

1. Satu pasien Superflu terdeteksi akhir 2025

Selasar ruangan anestesi lantai dasar RSUP dr Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Selasar ruangan anestesi lantai dasar RSUP dr Kariadi Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Keputusan RSUP dr Kariadi menangani pasien Superflu, tuturnya lantaran rumah sakit tersebut berstatus vertikal dengan Kemenkes sekaligus tempat perawatan sentinel yang ada di Jawa Tengah.

"Iya, ada satu kasus. Terdeteksi akhir tahun kemarin. Intinya sudah enggak apa-apa, sudah aman," akunya saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026). 

2. Perlu waspada karena penularan Superflu cukup cepat

ilustrasi orang bersin (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi orang bersin (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Walaupun pihaknya belum bisa menjelaskan rinci asal muasal penularan Superflu di Jawa Tengah, namun pihaknya menyarankan masyarakat tetap tenang.

Lebih lanjut lagi, pihaknya juga mengimbau sebaiknya masyarakat tidak perlu panik. Karena untuk menanggulangi sebaran penularan Superflu, katanya setiap warga perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga imunitas agar tak mudah terserang virus. 

"Waspada perlu, tapi tak usah panik. Superflu bukan terminologi medis. Penularan memang cepat, tapi risikonya tidak sebahaya Corona," ungkapnya. 

3. Ada gejala berat pada orang komorbid

ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)
ilustrasi pasien rumah sakit (vecteezy.com/Thanongsak Sukjai)

Dokter spesialis paru dari RS Amino Gondohutomo, Prihatin Iman Nugroho menjelaskan, penularan Superflu sejatinya disebabkan oleh virus influenza yang sudah lama ada. Kemudian mengalami mutasi sehingga memunculkan subklausa Influenza A H3N2 Subclaude K.

“Penyakit ini pada dasarnya influenza yang mengalami mutasi. Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, pilek, hingga ngilu pada anggota badan,” ujarnya saat acara bincang radio Jateng Bicara. 

Meski demikian, Nugroho menuturkan, pada penderita dengan penyakit penyerta atau komorbid, gejala yang muncul dapat menjadi lebih berat. Selain itu, tingkat penularannya juga relatif lebih cepat, terutama saat daya tahan tubuh menurun.

Seperti influenza pada umumnya, penularan superflu dapat terjadi melalui udara (airborne), yakni lewat percikan lendir saat seseorang bersin atau batuk.

“Infeksi virus ini memang mudah menular. Namun, apakah nanti akan muncul di Jawa Tengah, sampai hari ini belum ditemukan data atau laporan adanya kasus superflu di wilayah ini,” jelasnya.

4. Begini caranya menangkal penularan Superflu

Ilustrasi sarung tangan dan masker buff (pinterest.com/Mime Asia)
Ilustrasi sarung tangan dan masker buff (pinterest.com/Mime Asia)

Karena sifatnya yang menyerupai flu biasa, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Di antaranya dengan rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta menggunakan masker saat sedang sakit.

Dengan sistem imun yang kuat, terang Nugroho, superflu tidak berdampak fatal dan dapat dicegah maupun diobati dengan relatif mudah.

“Tidak harus selalu dengan farmakologi atau obat-obatan. Jika daya tahan tubuh optimal, tubuh mampu mengeliminasi virus yang masuk,” tambahnya.

Terkait kesiapan rumah sakit dan tenaga medis, Nugroho menegaskan, fasilitas kesehatan di Jawa Tengah, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, sudah siap. Menurutnya, pengalaman penanganan pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran, mulai dari prosedur isolasi hingga tata cara pengobatan.

“Insyaallah ini menjadi kekuatan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu virus tersebut merebak. Namun sekali lagi, masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More