Ular Sanca 3 Meter Masuk Rumah Warga di Purwokerto

- Seekor ular sanca sepanjang tiga meter dan berbobot sekitar 12 kilogram ditemukan di teras rumah warga Purwokerto, berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan.
- Warga menilai kemunculan ular ini menunjukkan pentingnya pengelolaan lingkungan agar interaksi manusia dan satwa liar tidak semakin sering terjadi di kawasan perumahan.
- Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melapor ke pihak berwenang bila menemukan satwa liar di sekitar permukiman.
Purwokerto, IDN Times – Ular sanca sepanjang sekitar tiga meter ditemukan melingkar di teras rumah warga bernama Istanto di kawasan Perum Ledug Sejahtera, RT 5 RW 11, Purwokerto ,Jumat (10/4/2026) pukul 06.30 WIB. Reptil dengan bobot diperkirakan mencapai 12 kilogram itu berhasil diamankan warga.
Menurut Istanto, kemunculan ular sanca ini bermula saat Ia hendak berangkat kerja. Ia melihat seekor kucing berdiri siaga, menatap tajam ke arah sudut teras rumah. Merasa ada yang tidak biasa, ia mendekat dan mendapati sosok ular besar tengah melingkar.
Temuan itu langsung memicu kepanikan warga. Sejumlah tetangga pun berhamburan keluar rumah. "Kaget liat kucing kayak sedang melihat sesuatu, ternyata ada sanca sedang dipojokan,"kata Istanto.
1. Panjang ular 3 meter, berat 12 kilogram

Tokoh warga setempat, Yono, menjadi salah satu yang terlibat langsung dalam penanganan. Saat itu ia tengah membersihkan masjid sebelum didatangi Ketua RW untuk dimintai bantuan.
“Saya lagi bersih bersih masjid, lalu diminta bantu karena ada ular di teras warga, Saya langsung ke lokasi,"ujarnya.
Tanpa peralatan khusus, Yono bersama dua warga lain melakukan penangkapan secara hati-hati.
“Sudah ketangkap, panjang sekitar tiga meter, berat kira kira 12 kilo, tidak ada korban luka maupun kerusakan dalam peristiwa ini,"tambahnya.
2. Pentingnya menjaga lingkungan

Saat ini kondisi di Perum Ledug Sejahtera Purwokerto sudah kembali kondusif. Namun, bayang-bayang kemunculan ular lain masih menjadi kekhawatiran warga perumahan.
Salah satu warga lain, Baldi menyebut bahwa fenomena ini memperlihatkan bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar semakin tak terhindarkan.
"Tanpa pengelolaan lingkungan yang lebih baik, kejadian serupa berpotensi kembali terjadi bahkan dengan risiko yang lebih besar, apalagi ditengah cuaca yang makin tak menentu, kewaspadaan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan,"tegasnya.
3. Laporkan ke pihak berwenang

Meski berakhir aman, kejadian ini menjadi pengingat serius bagi warga akan potensi kemunculan satwa liar, terutama di tengah intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala UPT Damkar Banyumas, Andaru menyebut lingkungan yang berdekatan dengan area semak, saluran air, atau lahan terbuka dinilai lebih berisiko menjadi jalur masuk satwa seperti ular.
Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pagi dan malam hari, menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat persembunyian hewan, dan segera melapor ke aparat lingkungan atau petugas berwenang jika menemukan satwa liar, hal itu juga ditegaskan oleh Sobirin anggota di Damkar Wangon,
Berikut himbauan dari Damkar Banyumas :
1. Jaga kebersihan lingkungan. Dari tumpukan sampah atau sejenisnya yang dapat hewan betah tinggal di situ
2. Tutup rapat saluran air atau sejenisnya bisa ventilasi udara
3. Pangkas pohon yang dekat dengan rumah sehingga hewan bisa masuk merambat
4. Periksa area sekitar rumah ventilasi atau saluran air
5. Waspada apabila ada aktifitas di luar sawah. Kebun
6. Jangan panik..
7. Hubungi Damkarmat satpol PP terdekat


















