Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ruli Adi Daftar Calon Bupati Purbalingga di 3 Partai
Raden Ruli Adi (kiri) calon bupati Purbalingga saat nampak merangkul Cak Imin sambil bersalaman usai pembekalan calon kepala daerah di Semarang, Kamis (6/6/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Purbalingga, IDN Times - DPP PKB melakukan pembekalan kepada bakal calon kepala daerah ( BACAKADA) di Semarang, Kamis (6/6/2024). Pembekalan yang langsung dipimpin oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar itu dikuti peserta dari Jateng dan DIY.

Beberapa bakal calon kepala daerah dari Banyumas raya pun nampak seksama mengikuti rah Cak Imin, salah satunya adalah calon Bupati dari Purbalingga R Ruli Adi yang menyambut positif arahan tersebut.

Menurut R Ruli Adi, arahan dari Ketum PKB merupakan spirit kepada seluruh calon kepala daerah, karena siapapun yang mendapat rekomendasi merupakan calon yang mempunyai kompetensi yang tinggi untuk memenangkan pilkada 2024.

1. Perkuat komunikasi politik

Calon bupati Purbalingga Raden Ruli Adi perkuat komunikasi politik untuk memuluskan jalan, Kamis (6/6/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Ruli sependapat dengan apa yang disampaikan Cak Imin untuk memperkuat komunikasi politik terutama dengan partai lain untuk memenangkan calon kepala daerah dari PKB.

"Bahwa siapapun yang akan dicalonkan PKB harus memiliki kompetensi yang tinggi elektabilitas yang tinggi dalam rangka mewujudkan cita cita PKB, untuk memenangkan calon kepala daerah dari PKB,” ungkap Ruli.

Disebutkan, sebagai calon Bupati Purbalingga melalui PKB, Gerindra, dan Golkar tersebut selanjutnya akan konsolidasi dan komunikasi politik untuk sampai tahapan berikutnya dan turunnya rekomendasi kemudian diikuti dengan pendaftaran di KPU.

2. Calon bupati dari trah bangsawan

Raden Ruli Adi (tengah) saat hadir dalam pembekalan calon kepala daerah, Kamis(6/6/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Calon bupati yang memiliki trah bangsawan dari Pangeran Dipokusumo ini telah menyiapkan para relawan-relawan dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat RT. Terkait dengan upaya menggapai kemenangan itu, siapapun yang diusung PKB dari kader maupun non kader itu harus menang.

Calon tersebut akan didukung dari DPP sampai ke tingkat paling rendah. Jika terpilih menjadi kepala daerah juga harus mampu membuat inovasi-inovasi untuk daerahnya sehingga membanggakan PKB maupun Indonesia secara umum. Raden Ruli Adi mengaku sudah lama mengenal Muhaimin secara personal, Bahkan ia mengaku sudah akrab sejak Cak Imin menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja.

“Tentu hubungan kami baik tetapi ini kan hubungan personal, saya waktu itu saya masih sebagai Ketua Asosiasi Pekerja BUMN dan dia Menteri tenaga kerja. Tentu hubungannya sangat baik. Tapi untuk partai saya akan mengikuti seluruh rangkaian yang telah ditetapkan. Bismillah saja untuk kebaikan yang baik Bismillah saja ya. Tadi beliau juga menanyakan pulang kampung harus mampu membangun daerahnya,” ujar Mantan DIr SDM KAI ini.

3. Pesan Cak Imin pada Ruli

Cak Imin pesan kepada Raden Ruli Adi pulang kampung titip Purbalingga, Kamis (6/6/2024).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Usai pembekalan, Gus Muhaimin juga nampak akrab dengan Raden Ruli Adi, bahkan keduanya langsung bersalaman, rangkulan dan foto bersama di panggung.

Kepada Ruli, Cak Imin juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang tepat, tidak sekedar jadi pewarna tapi harus memahami dan mampu membawa agenda pembangunan yang utuh dan tepat.

"Secara pribadi beliau berpesan untuk "titip" dan membangun kampung,"katanya singkat kepada IDN Times.

4. Memilih isu populis atau strategis

Ruli sebut menjadi kepala daerah semua jadi aktor dan subjek pembangunan, bukan mobilisasi semata, Kamis(6/6/2024).(IDN TImes/Cokie Sutrisno)

Ruli juga mendapat pesan bahwa yang harus dilakukan adalah politik pemberdayaan, yang paling sulit adalah memilih isu populis atau strategis. Politik populis hanya mengutamakan yang penting rakyat senang, politik sembako itu jangka pendek.

Sedangkan politik Strategis nya adalah politik pemberdayaan, semua cara kerja kepemimpinan harus mengutamakan pemberdayaan, Jangan hanya bagus di sosmed. Lebih penting adalah action dalam pemberdayaan.

Dalam upaya menyatukan action ini tidak mudah. Setelah otonomi daerah kembali pada proporsinya, semua jadi aktor dan subjek pembangunan, bukan mobilisasi semata,"pungkas Ruli.

Editorial Team

Related Article