Sambut Ramadan, Santri di Semarang Diedukasi Pola Hidup Bersih Sehat

Semarang, IDN Times - Ratusan santri di Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Hikmah Semarang mendapat edukasi terkait perilaku hidup bersih sehat. Kegiatan ini dilakukan oleh PT Unilever Indonesia Tbk bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk menyambut bulan Ramadan.
1. Libatkan 300 santri

Sebanyak 300 santri mendapat pembekalan dan pemahaman terkait pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Upaya ini bagian dari mengoptimalkan potensi diri dari para santri.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Nurdiana Darus mengatakan, pesantren adalah pusat bertumbuhnya agen perubahan yang berkontribusi pada kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.
‘’Oleh karena itu, Unilever Indonesia dan Kementerian Agama RI bekerjasama menyelenggarakan ‘Program Pesantren Sehat, Hijau, Berdaya’. Program ini memiliki dua pilar utama, yaitu edukasi perilaku hidup bersih sehat dan pengembangan diri para santri,’’ ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (26/2/2024).
Pada kesempatan tersebut para santri menerima edukasi seperti penanaman perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), salah satunya melalui gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Edukasi ini menjadi penting karena menurut BPS, perilaku CTPS di Semarang baru mencapai 59,4 persen dari total populasi.
2. Pembekalan soft skill dan hard skill

Dalam penyuluhan, implementasi gerakan CTPS perlu diterapkan pada lima momen, yaitu saat sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain, setelah batuk atau bersin, dan setelah bepergian. Tak hanya itu, metode peer-to-peer juga diterapkan dengan menunjuk dua santri sebagai peer educator untuk memperkuat keberlanjutan program.
Selain itu, edukasi terkait perawatan kesehatan gigi dan mulut, serta perawatan gigi gratis juga dilakukan. Edukasi ini penting mengingat Riset Kesehatan Dasar pada 2018 mencatat hanya 2,21 persen masyarakat yang memiliki perilaku menyikat gigi dengan benar. Program edukasi dan perawatan gigi gratis seperti ini pun telah dilaksanakan Unilever melalui Pepsodent secara konsisten sejak tahun 2010.
Lebih jauh, Unilever Indonesia melalui #AksiCantik menghadirkan program pemberdayaan perempuan utamanya santri putri, melalui pembekalan soft skill dan hard skill yang dibutuhkan. Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Amin Handoyo mengapresiasi inisiatif kolaboratif bersama Unilever Indonesia ini.
3. Bermanfaat untuk jadi muslimah kuat dan berdaya

“Senang sekali kami bisa berkolaborasi dalam kegiatan yang melibatkan para santri di pesantren. Informasi dan edukasi yang diterima, tentunya akan diterapkan dan disebarkan oleh para santri ke masyarakat yang lebih luas,’’ katanya.
Sebab, lanjut dia, kita percaya barang siapa yang menyebarkan kebaikan akan mendapatkan pahala yang serupa. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan kesehatan yang integral dan menyeluruh. Karena baik fisik maupun kalbu kita perlu menjaga kebersihan dan kesehatan.
Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tahfidzul Qur’an Al Hikmah Semarang, Agus Ali Zainal Abidin mengapresiasi manfaat positif yang diterima dari program ini.
“Alhamdulillah, melalui program ini para santri kembali diingatkan untuk bisa lebih baik dalam menjaga kebersihan dan kesehatan diri dan orang-orang terdekat. Selain itu, para santri juga mendapat pelatihan baik soft skill maupun hard skill yang insya Allah sangat bermanfaat, bukan hanya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, tapi juga untuk sebagai bekal untuk menjadi muslimah yang kuat dan berdaya,” tandasnya.


















