Sebanyak 21 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kota Solo

Surakarta, IDN Times - Hingga Jumat (17/2/2023) banjir di Kota Solo belum juga surut. Sejumlah kelurahan masih tergenang air dengan ketinggian yang berbeda-beda.
Banjir di Kota Solo sendiri disebabkan karena dibukanya pintu air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri pada Jumat (16/7/2023) sore, selain itu ditambah dengan curah hujan yang tinggi sejak siang hingga malam hari.
1. Sebanyak 21.846 jiwa terdampak banjir.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, pada Jumat (17/2/2023), terdapat 21.846 jiwa terdampak banjir di 16 Kelurahan dan 4 Kecamatan.
Sedangkan, warga yang mengungsi mencapai 3.898 orang. Warga mengungsi di berbagai kampung di Kota Bengawan ini. Sebanyak tujuh bangunan sekolah di Kota Solo saat ini dijadikan sebagai lokasi pengungsian. Di antaranya, SD Kalangan, SD Dadapsari, SD Gandekan, SD Muhammadiyah 6 Kampung Sewu, SD Negeri Wiro Paten, SD Muhammadiyah 18 dan SD Negeri Joyotakan.
2. Banjir dimulai sekitar pada Kamis Sore.

Dari pantauan IDN Times banjir di Kota terbilang merata, bahkan banjir kali ini dinilai lebih besar dari banjir yang terjadi pada tahun 2007 yang lalu.
Salah seorang warga Gandekan, Sriyadi mengatakan jika air mulai masuk kerumah mulai sekitar pukul 17.00 WIB. Ia bersama para warga lainnya bahkan tak sempat menyelamatkan barang-barang lantaran air sangat cepat mengenang.
"Kita gak sempat selamatkan barang-barang airnya cepat sekali menggenang karna kejadiannya sore hari kita juga masih banyak yang bekerja," ungkapnya.
Sriyadi mengatakan jika banjir tahun ini dinilai lebih besar dari banjir yang terjadi pada yang terjadi pada tahun 2007 lalu. "Kalau dulu kita sampai mengungsi di Balaikota sekarang di kelurahan cukup," katanya.
3. Banjir di Solo karena kiriman air dari Waduk Gajah Mungkur.

Sementara itu Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka akan memantau terus kondisi banjir di Kota Solo. Ia berharap banjir di Solo segera surut. Tak hanya itu, ia juga memastikan jika segala logistik sudah siap.
"Kami pantau terus limpahan air dari Waduk Gajah Mungkur, habis ini saya juga langsung muter ke beberapa lokasi, yang jelas kita pastikan di tempat-tempat pengungsian bahan-bahan makanan obat-obatan tersedia semua, moga-moga siang ini bisa surut," kata Gibran.
Gibran juga menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian. "Iya, yang jelas sekolah-sekolah kelurahan semua kita gunakan semua untuk pengungsian, itu di jalan-jalan karena belum mendapat tempat yang jelas tempat-tempat yang sudah kita sediakan semuanya sudah lengkap, air bersih makan minum, obat-obatan," pungkasnya.


















