Salah satu warga uang dipersiapkan untuk membantu penggalian makam sutrimo, Rabu (12/8/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Sementara itu, salah satu warga yang biasa membantu pekerjaan penggalian makam, Ivan Subandi, mengatakan dirinya belum ditunjuk sebagai petugas untuk melakukan pembongkaran makam Sutrimo.
Ivan mengatakan, kedatangannya ke lokasi sebelumnya hanya untuk membantu membuat saluran air di sekitar area makam.
"Saya ini cuma diminta untuk nyangkul bikin saluran air," kata Ivan.
Ia mengaku belum mengetahui siapa saja yang nantinya akan ditugaskan melakukan proses pembongkaran makam untuk kepentingan ekshumasi.
Menurut Ivan, di desa tersebut belum terdapat petugas khusus penggali makam. Selama ini, proses penggalian makam bagi warga yang meninggal masih dilakukan secara gotong royong.
"Kalau ada kematian, gali kubur sini masih gotong royong. Khusus petugas gali kubur belum ada," ujarnya.
Ivan menyebut ekshumasi Sutrimo menjadi peristiwa yang baru pertama kali terjadi di desa tersebut sehingga warga belum mengetahui secara pasti mekanisme teknis pembongkaran makam.
"Baru kali pertama kejadian seperti ini," katanya.
Ekshumasi makam Sutrimo dijadwalkan berlangsung pada Rabu (12/8/2026) pukul 10:00 WIB. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengetahui kondisi jenazah dan mengungkap fakta-fakta terkait kematian Sutrimo.
Seperti diketahui, Sutrimo adalah mantan pegawai yang pernah bekerja dengan eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Tindakan forensik itu bertujuan untuk menyelidiki dan memastikan penyebab pasti kematian Sutrimo yang ditemukan tidak wajar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026, serta mengusut dugaan adanya unsur tindak pidana atau pembunuhan berencana di baliknya