Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Semarang Hujan Siang-Malam, Volume Sungai BKB Di Level Aman

Semarang Hujan Siang-Malam, Volume Sungai BKB Di Level Aman
Sungai Kalianak Surabaya. (Dok. Diskominfo Kota Surabaya)
Intinya Sih
  • Pengelola Bendung Simongan memastikan status volume Sungai BKB masih aman dengan elevasi air sekitar 40 sentimeter.
  • Seluruh area yang terhubung dengan pintu air Sungai BKB masih terbebas dari banjir, menurut Bayu Wanapati, Operator Bendung Simongan Wilayah BKB.
  • Di Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, banjir bandang merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai 85 sentimeter, menyebabkan kerugian besar bagi para korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Meski hujan menderas melanda Kota Semarang berhari-hari dari siang sampai malam, namun pengelola Bendung Simongan memastikan sampai sekarang status volume Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) masih pada level aman. 

Bayu Wanapati, Operator Bendung Simongan Wilayah BKB mengatakan, elevasi air Sungai BKB saat ini bergerak di angka 40 sentimeter. 

"Posisi saat ini elv di Bendung Simongan terpantau 40cm," kata Bayu kepada IDN Times, Jumat (7/2/2025). 

1. Kawasan BKB masih terbebas banjir

ilustrasi bantaran sungai (pexels.com/Simon Nguyen)
ilustrasi bantaran sungai (pexels.com/Simon Nguyen)

Lebih jauh, Bayu juga menuturkan, seluruh area yang terhubung dengan pintu air Sungai BKB kini juga masih terbebas dari banjir. 

Biasanya jika muncul banjir umumnya terjadi pada liburan selokan tiap kampung. "Kalau pun banjir biasanya luberan dari drainase kampung. Tapi untuk sakarang ini tidak ada genang di lokasi itu mas jadi aman," katanya. 

2. Elevasi sungai BKB masih dikatakan aman

Kepala BBWS Pemali-Juana, Fikri Abdurrachman menunjukkan peta pekerjaan normalisasi Sungai Wulan kepada Nana Sudjana. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Kepala BBWS Pemali-Juana, Fikri Abdurrachman menunjukkan peta pekerjaan normalisasi Sungai Wulan kepada Nana Sudjana. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Bayu juga bilang status aman pada Sungai BKB bisa dilihat dari arus elevasi air sungai yang masih setinggi 40 sentimeter. Kini ketinggian air Sungai BKB berkutat pada angka 40 sentimeter. 

"Ini sudah mulai penurunan untuk bisa dikatakan normal di elv 20 sentimeter. tapi untuk statusnya kalau elv 40 sentimeter dikatakan aman," tambahnya. 

Data data yang diperolehnya, wilayah rawan banjir di sekitar pintu air Sungai BKB sebarannya di Jalan Ariloka, Kokrosono, Gedong Batu, Simongan, Panjangan, Bendungan, Pusponjolo. "Ini daerah yang sering genangan," akunya. 

3. Tlogosari Kulon banjir hampir semeter

Banjir rob di Pesisir Kusamba Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)
Banjir rob di Pesisir Kusamba Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Terpisah, hujan berhari-hari juga menimbulkan banjir bandang di Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan. Tepatnya di Jalan Taman Udan Riris II dan Udan Riris III, banjir telah merendam semua rumah dengan ketinggian bervariasi. 

Wegik Kustiyono, warga Perumahan Taman Udan Riris III berkata bahwa banjir yang melanda rumahnya bukanlah kejadian pertama. 

Wegik mengungkapkan bahwa peristiwa serupa sudah terjadi sebanyak empat kali, tetapi paling parah terjadi Rabu malam (5/2/2025). 

Saat itu, hujan deras mengguyur dan menyebabkan ketinggian air mencapai 85 sentimeter, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan banjir pertama. 

"Sudah 4 kali, pertama pas Imlek. Kalau sekarang Ketinggiannya mencapai 85 atau selutut orang dewasa. Bahkan tadi malam hampir 1 meter," katanya. 

4. Mobil Wegik terendam banjir

Daihatsu Carade milik Wegik terendam banjir. (IDN Times/bt)
Daihatsu Carade milik Wegik terendam banjir. (IDN Times/bt)

Bahkan, sebuah mobil Daihatsu Carade milik Wegik diterjang banjir setinggi kap mesin karena tak sempat dipindahkan. "Mau evakuasi di luar sudah tinggi," akunya.

Ia juga bilang banjir yang menggenangi kawasan tempat tinggalnya disebabkan oleh hujan lebat yang disertai dengan meluapnya sungai yang berada tak jauh dari Jalan Taman Udan Riris. "Ini kiriman dari Pedurungan," ungkapnya. 

Sulastri, warga Jalan Taman Udan Riris berharap Pemerintah Kota Semarang dapat menemukan solusi nyata untuk mencegah tempat tinggalnya menjadi langganan banjir setiap musim hujan. "Biar tenang juga," tuturnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More