Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang Dukun Asal Demak Terseret Kasus Pembunuhan ASN Bapenda Iwan Boedi
ilustrasi ilmu hitam (unsplash.com/freestocks)

Semarang, IDN Times - Sebanyak 30 orang diperiksa sebagai saksi atas penyelidikan lanjutan untuk kasus pembunuhan ASN Bapenda Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetijo.

Para saksi yang diperiksa berasal dari kalangan warga sipil, rekan seprofesi Iwan Boedi di Kantor Bapenda serta ada seorang dukun dari Kabupaten Demak

"Selain dukun, orang sipil juga ada beberapa yang diperiksa. Sejumlah ASN teman korban juga. Semua diperiksa," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Selasa (1/11/2022). 

1. Ada saksi yang berpeluang dijadikan tersangka

Ditreskrimsus Polda Jateng bersama Kabid Humas Polda Jateng Kombes Polda M Iqbal Alqudusy saat gelar perkara korupsi yang melibatkan Sekda Pemalang. (Dok Humas Polda Jateng)

Menurutnya para saksi yang diperiksa ada kemungkinan dinaikkan statusnya menjadi tersangka kasus pembunuhan Iwan Boedi. Akan tetapi dirinya menekankan bahwa penyidik gabungan masih terus berusaha menelusuri untuk melakukan pembuktian barang bukti yang kuat. 

"Ada kemungkinan (naik status tersangka). Cuman belum bisa disimpulkan. Belum ada gelar perkara," paparnya. 

2. Dua orang pilih cabut keterangan kesaksian

Keluarga besar Iwan Boedi tabur bunga di bekas lokasi kejadian pinggir Pantai Marina Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Terkait dua orang yang menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, yakni Iwan Boedi Prasetijo Paulus berinsial AG Portal dan AGS mencabut kesaksiannya tetap akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pembunuhan Iwan Boedi. 

"Kita tidak mengejar kesaksian. Memang ada dua orang yang mencabut kesaksian dan itu adalah hak mereka. Kita akan memperkuat kesaksian atau alat bukti yang lainnya," jelasnya.

3. Dukun yang diperiksa selama ini dipercaya memuluskan kenaikan jabatan

Yunantyo Adi Setyawan alias Yas yang kini dipercaya menjadi kuasa hukum keluarga Iwan Boedi. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Iwan Boedi, Yunantyo Adi Setyawan membenarkan adanya seorang dukun dari Demak yang turut diperiksa polisi berkaitan dengan pengusutan kasus pembunuhan yang menimpa kliennya. 

Dukun yang diperiksa itu selama ini sering dipercaya orang-orang yang ingin memuluskan proses kenaikan jabatan di jajaran birokrasi. 

Meski tak menyebutkan identitas dukun yang dimaksud, namun pria yang akrab disapa Yas tersebut mengungkapkan sang dukun dimanfaatkan sebagai perantara untuk menaikkan jabatan seseorang. 

“Ada semacam orang pintar entah dukun atau paranormal yang diperiksa kaitannya dengan jabatan. Iwan Boedi ini kan mau dipromosikan sebagai Kabid II Penetapan Pajak Bapenda. Nah, belakangan ada informasi kalau jabatan itu diminati pihak lain," ujar Yas. 

4. Ada dukun diperiksa soal promosi jabatan

head-fi.org

Ia menyampaikan ada orang lain yang ikut mendatangi tempat si dukun itu. Bahkan, orang tersebut kita datang langsung ke rumah kliennya sebelum akhirnya kliennya ditemukan meninggal dalam kondisi hangus terbakar. 

"Belakangan ada informasi di mana ada pihak lain yang menginginkan jabatan itu. Kemudian dia berinteraksi dengan orang pintar (dukun) ini. Makanya orang pintar itu diperiksa kaitannya dengan promosi jabatan," tegasnya. 

Editorial Team

Related Article