ilustrasi medis (pixabay.com/sasint)
Investasi teknologi seperti C-Arm, Cathlab, MRI, serta mikroskop bedah saraf—didukung tim dokter spesialis ortopedi, jantung dan pembuluh darah, saraf, bedah saraf, anestesi, radiologi, serta rehabilitasi medik—menjadi bagian dari strategi pengembangan kapabilitas klinis terintegrasi.
Hal ini memungkinkan Siloam Hospitals Semarang Srondol diposisikan sebagai Stroke Ready Hospital dan Chest Pain Ready Hospital, sekaligus menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terintegrasi bagi masyarakat Semarang dan Jawa Tengah.”
Berlokasi di Jalan Semarang-Surakarta, Kelurahan Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang, Siloam Hospitals Semarang Srondol punya kapasitas 150 tempat tidur, lebih dari 40 ruang rawat jalan, 10 ruang perawatan intensif (ICU/HCU), 4 ruang perawatan bayi (NICU), serta 10 ruang isolasi.
Infrastruktur medis yang disiapkan mencakup layanan diagnostik dan imaging modern seperti MRI 1.5T, CT 128-slice, rontgen, USG, Echo, dan elektroensefalografi (EEG), serta kesiapan tindakan minimal invasif dan ortopedi presisi melalui CArm. Fasilitas tersebut akan memperkuat penanganan kasus jantung, ortopedi, saraf, dan kegawatdaruratan lainnya di Semarang dan Jawa Tengah.
Sejak 2018, Siloam telah melayani masyarakat Semarang dengan lebih dari 20.000 kunjungan pasien dan lebih dari 1.000 tindakan operasi setiap tahun. Kehadiran Siloam Hospitals Semarang Srondol diharapkan semakin meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan di wilayah ini. Siloam menargetkan fasilitas ini mulai melayani masyarakat pada kuartal tiga tahun 2026.