SMA Favorit di Semarang Ramai-ramai Tolak Calon Siswa Titipan Pejabat

- Beberapa SMA favorit di Semarang, termasuk SMAN 3 dan SMAN 1, menolak permintaan pejabat yang ingin menitipkan anaknya dalam proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
- Pihak sekolah menegaskan sistem SPMB kini berjalan objektif dan transparan dengan empat jalur resmi: domisili, afirmasi, prestasi, serta mutasi tanpa adanya praktik titip-menitip.
- Dinas Pendidikan Jawa Tengah memastikan pelaksanaan SPMB 2026 bebas titipan dan pungutan, dengan total kuota 231.724 siswa untuk SMA, SMK, dan SLB negeri di seluruh provinsi.
Semarang, IDN Times - Sejumlah SMA negeri favorit di Kota Semarang menyatakan telah menolak permintaan dari para pejabat untuk menitipkan anaknya ke sekolahan tersebut.
Di SMAN 3 Semarang Jalan Pemuda, sejumlah pejabat terang-terangan meminta pihak sekolah meloloskan anaknya dalam tahapan sistem penerimaan siswa baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Waka Kesiswaan SMAN 3 Semarang, Achmad Fauzan mengaku akhir-akhir ini banyak dikontak para pejabat untuk menanyakan ihwal jalur SPMB.
"Karena sekarang by sistem, kalau yang telepon memang banyak tapi karena sekarang by sistem jadi kita juga tidak bisa," kata Fauzan, Rabu (24/7/2026).
Permintaan dari para pejabat itu, katanya memang cukup banyak. Namun ia tak bisa menyampaikan secara gamblang. "Ya ada lah ya, tidak enak saya nyebutnya," tuturnya.
Fauzan bilang sejumlah pejabat yang ia rahasiakan namanya itu juga menanyakan jalur penerimaan mana saja yang kemungkinan bisa meloloskan anaknya agar bisa bersekolah di SMAN 3 Semarang. Seperti diketahui, SMAN 3 merupakan sekolah favorit di Ibukota Jateng karena lulusannya terkenal moncer dan berprestasi.
Ketika ditanya oleh pejabat yang bersangkutan, ia menegaskan bahwa jalur SPMB hanya ada empat sistem. Antara lain mutasi, afirmasi, prestasi dan domisili.
"Dia bilangnya, mas aku minta tolong, ada jalur yang lain tidak. Ya jalurnya hanya 4 itu, domisili,afirmasi, prestasi, sama jalur mutasi," urainya.
Ia menyarankan supaya para orang tua termasuk pejabat-pejabat memahami bahwa proses SPMB saat ini dilakukan secara objektif dan transparan. Dengan sistem yang terintegrasi, seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk diterima di SMAN 3 sesuai nilai dan ketentuan yang berlaku.
Aksi menolak siswa titipan pejabat juga dilakukan SMAN 1 Semarang. Wakasis sekaligus Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Semarang Budi Handoyo menegaskan tidak boleh ada titip menitip siswa dalam bentuk apapun.
Dirinya juga menuturkan jumlah permintaan dari pejabat sekitar kurang dari sepuluh orang.
"Kita sampaikan bahwa no titip no jastip bagi kami sesuai dengan sistem aplikasi yang sudah bagus," jelasnya.
Tak cuma itu saja, pihaknya menyampaikan tahapan SPMB tahun ini cenderung bagus sehingga secara otomatis calon siswa yang tidak lolos jalur seleksi juga tidak bisa diterima di SMAN 1 Semarang.
"Pastinya kita sampaikan saja memang secara sistem baik tahun lalu maupun tahun ini sudah jelas dan bagus. Jadi nanti kalau ada yang mengundurkan diri ya terus pakai cadangan. Menurut kami itu bagus," ujar Budi.
Untuk saat ini di SMAN 1 kuota SPMB sudah terpenuhi semua. Mulai dari domisili, afirmasi, prestasi/Tes Kemampuan Akademik (TKA), dan mutasi.
"Terpenuhi semua sih ya, jadi yang potensial hampir tidak ada karena terpenuhi semua, kecuali yang tahun lalu jurusan afirmasi tidak terpenuhi, nah kalau tahun ini terpenuhi semua sesuai dengan kuotanya," ungkapnya.
SPMB Jateng no titip no jastip
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Tengah Sadimin juga menegaskan pelaksanaan SPMB Jawa Tengah 2026 dilakukan secara transparan. "SPMB Jawa Tengah 2026 no titip, no jastip," akunya.
Soal kuota SPMB, ia merinci untuk SMAN, SMKN dan SLBN kuotanya sebanyak 231.724 siswa atau sekitar 40,83 persen.
Ia mengatakan, ratusan ribu siswa di sekolah negeri memiliki kebijakan sekolah gratis. "Biaya operasional sekolah pada semua satuan pendidikan SMA Negeri, SMK Negeri dan SLB Negeri tanpa pungutan kepada siswa atau orang tua siswa," kata Sadimin, Jumat (12/6/2026).



















