Semarang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembelian panik (panic buying) dan tetap memakai energi secara efisien.
Stok BBM dan LPG Aman, Ini 3 Imbauan Hemat Energi versi ESDM Jateng

1. Sudah berkoordinasi dengan Pertamina
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto mengatakan, status aman tersebut berdasarkan hasil koordinasi bersama Pertamina.
Stok LPG serta berbagai jenis BBM, mulai dari Pertalite, Pertamax, Dexlite, Pertamina Dex (Pertadex), hingga Pertamax Turbo di wilayah Jawa Tengah dipastikan mencukupi.
Agus mengimbau, masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi tidak berdasar di media sosial. Informasi resmi mengenai distribusi energi dapat diperoleh langsung melalui pihak Pertamina wilayah Jawa Tengah dan DIY.
2. Imbauan efisiensi dan gerakan hemat energi
Ia menambahkan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat ini sedang melakukan kajian dan penghitungan terkait gerakan hemat BBM. Agus mengharapkan dukungan masyarakat melalui penerapan efisiensi dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa langkah penghematan energi yang direkomendasikan meliputi:
Pengurangan Kendaraan Pribadi: Berjalan kaki atau bersepeda untuk mobilitas jarak dekat, menggunakan transportasi umum, atau berbagi kendaraan (carpooling) dengan anggota keluarga dalam satu rumah.
Optimalisasi Rapat Daring: Memanfaatkan aplikasi pertemuan virtual demi menekan konsumsi BBM dari perjalanan dinas yang tidak mendesak.
Efisiensi LPG: Memakai LPG secara wajar, seperti tidak berlebihan saat memasak air panas dalam rumah tangga. Pembelian berlebih justru berisiko mengganggu kelancaran distribusi dan stabilitas pasokan energi.
3. Pemanfaatan energi terbarukan dan desa mandiri
Selain penghematan konsumsi, Pemprov Jateng mendorong pemanfaatan energi terbarukan dari pengolahan limbah. Langkah ini bertujuan menekan ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mengatasi masalah sampah. Inisiatif tersebut mencakup:
Pengolahan sampah plastik melalui metode pirolisis.
Konversi limbah organik menjadi bioetanol.
Pemanfaatan kotoran ternak melalui digester untuk menghasilkan biogas.
Bersamaan dengan itu, program Desa Mandiri Energi terus berjalan dengan mengoptimalkan potensi lokal. Program ini memanfaatkan aliran irigasi sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro, serta mengolah limbah industri kecil menjadi biogas. Rangkaian upaya ini diharapkan mampu menekan biaya produksi masyarakat dan menciptakan kemandirian energi di tingkat desa.
Dengan kondisi pasokan energi yang terjaga, masyarakat diimbau tetap tenang dan bersama-sama mendukung upaya penghematan demi keberlanjutan.