Batang, IDN Times - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengecek langsung ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Rest Area KM 379A Batang, Rabu (18/3/2026). Langkah itu untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026.
Stok BBM Mudik Capai 28 Hari, Wamen ESDM: Tak Perlu Panic Buying

1. Cadangan BBM melampaui batas minimal
Yuliot mengatakan, cadangan BBM nasional saat ini berada di angka 27 hingga 28 hari. Jumlah tersebut melampaui batas minimal ketetapan regulasi, yakni 21 hari.
"Pasokan bersifat fluktuatif namun terus mendapat tambahan dari produksi kilang maupun impor, sehingga ketahanan energi secara keseluruhan tetap terjaga," katanya.
Pemerintah juga memastikan tidak ada kebijakan pembatasan pembelian BBM bagi pemudik, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Hal itu bertujuan mencegah fenomena pembelian panik (panic buying) di tengah masyarakat.
2. Fasilitas layanan kesehatan dan istirahat
Untuk mendukung kebugaran fisik pemudik selama perjalanan, pemerintah melalui PT Pertamina menyiapkan berbagai fasilitas singgah yang rutin mendapat evaluasi setiap tahun.
Di kesempatan yang sama, Yuliot juga meninjau kesiapan Satgas Ramadhan dan Idul Fitri dan melihat Serambi MyPertamina di Rest Area Tol Batang-Semarang KM 379A (arah Semarang). Area ber-AC tersebut menjadi favorit pemudik yang menawarkan sejumlah fasilitas gratis seperti kursi pijat, ruang laktasi, kids corner, dan cek kesehatan.
"Fasilitas mencakup posko kesehatan yang melayani pengecekan tekanan darah, saturasi oksigen, hingga kadar kimia darah. Selain itu, tersedia kursi pijat bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak, serta arena bermain khusus untuk anak-anak melepaskan lelah untuk kenyamanan perjalanan mudik/libur," imbuhnya.
3. Imbauan keamanan rumah dan ketertiban SPBU
Menjelang keberangkatan menuju kampung halaman, Yuliot mengimbau masyarakat agar melakukan efisiensi dan menjaga keamanan rumah. Pemudik perlu melepaskan regulator dari tabung gas LPG demi mencegah risiko kebakaran.
Selain itu, selama di perjalanan, masyarakat yang mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) diharapkan bersabar dan menjaga ketertiban.
"Sikap saling serobot justru dapat memicu kericuhan dan memperlambat proses pelayanan oleh petugas. Dengan antrean yang tertib, petugas Pertamina dapat melayani kebutuhan BBM secepat mungkin," pungkasnya.