Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Survei SMRC Pilgub Jateng: Andika-Hendi Unggul Tipis dari Luthfi-Yasin
Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 01, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dalam debat perdana Pilgub Jateng 2024 di MCC Semarang, Rabu (30/10/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
  • Pasangan Andika-Hendi memimpin survei dengan 48,1% dukungan, sedangkan Luthfi-Yasin mendapat 47,5%, dengan 4,4% responden belum memilih.
  • Andika-Hendi mengalami kenaikan suara sebesar 11,5%, sementara Luthfi-Yasin turun 10,4%, namun selisih suara masih dalam margin of error.
  • Survei juga menunjukkan pengaruh media sosial terhadap preferensi politik pemilih di Jawa Tengah, dengan kampanye melalui media sosial dinilai sangat efektif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan persaingan ketat antara pasangan calon gubernur Jawa Tengah. Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi (Andika-Hendi) memperoleh dukungan sebesar 48,1 persen, sementara pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin (Luthfi-Yasin) meraih 47,5 persen. Sebanyak 4,4 persen responden belum menentukan pilihan.

Survei yang dilakukan pada 17–22 Oktober 2024 itu dipresentasikan oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam kanal YouTube SMRC TV pada 1 November 2024.

1. Peningkatan dukungan untuk Andika-Hendi

Default Image IDN

Menurut Deni, terjadi lonjakan signifikan dalam dukungan untuk pasangan Andika-Hendi selama satu bulan terakhir, dari 36,6 persen di bulan September menjadi 48,1 persen di Oktober 2024. Sebaliknya, Luthfi-Yasin mengalami penurunan elektabilitas, dari 57,9 persen menjadi 47,5 persen.

“Andika-Hendi mengalami kenaikan suara sebesar 11,5 persen, sementara Luthfi-Yasin turun 10,4 persen,” ujar Deni.

Meski terjadi perubahan signifikan, selisih suara kedua pasangan masih berada dalam margin of error, sehingga belum dapat ditentukan pasangan unggulan secara pasti.

2. Persepsi publik terhadap kualitas personal calon

Pasangan calon Gubernur Jawa Tengah dan calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Andika Perkasa (kiri) dan Hendrar Prihadi (kanan). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU)

Survei tersebut juga mengulas persepsi publik terhadap kualitas personal masing-masing kandidat. Pada aspek perhatian terhadap rakyat, Andika dinilai positif oleh 82 persen responden, sedangkan Luthfi memperoleh 78 persen. Andika juga unggul dalam aspek integritas, dengan 78 persen responden yang mengenalinya sebagai sosok jujur, dapat dipercaya, dan bebas dari korupsi. Luthfi memperoleh 73 persen pada kategori yang sama.

Pada aspek kepemimpinan, 88 persen responden menilai Andika memiliki kemampuan memimpin yang baik, sementara Luthfi memperoleh 84 persen. Kedua kandidat memiliki nilai yang sama dalam aspek religiusitas, dengan masing-masing 78 persen responden yang menilai keduanya taat beragama. Dalam aspek lain, 96 persen responden menyebut Andika tegas dan berwibawa, dibandingkan dengan 86 persen untuk Luthfi.

3. Sulit diprediksi siapa yang menang

Default Image IDN

Survei tersebut ikut mengungkap pengaruh media sosial terhadap pilihan politik masyarakat Jawa Tengah. Sebanyak 29,9 persen responden terpapar kampanye pasangan Andika-Hendi di media sosial, dibandingkan dengan 27,2 persen untuk pasangan Luthfi-Yasin. Hasil survei menunjukkan bahwa kampanye melalui media sosial dinilai sangat efektif dalam membentuk preferensi politik pemilih.

Adapun, populasi survei meliputi seluruh warga negara Indonesia di Jawa Tengah yang memiliki hak pilih dengan melibatkan 1.210 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling, dan memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Dari hasil itu, Deni menyebutkan, selama sebulan terakhir, pasangan Andika-Hendi menunjukkan peningkatan signifikan dalam popularitas, sementara dukungan untuk Luthfi-Yasin menurun. Lantaran selisih elektabilitas berada dalam margin of error, hasil akhir pemilihan gubernur Jawa Tengah masih sulit diprediksi.

Editorial Team

Related Article