Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tamping Lapas Kedungpane Semarang Dilatih Kemampuan Cegah Kebakaran
Seorang petugas Damkar Kota Semarang mengajari sejumlah tamping untuk sigap dan gercep menghadapi resiko kebakaran di Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN TImes - Sejumlah tamping Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang dibekali berbagai keterampilan untuk mengantisipasi resiko kebakaran di area lapas.

Pembekalan pelatihan bagi tamping diberikan oleh para petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang di Aula Graha Pancasila Lapas Kedungpane.

Selain tamping dari semua blok kamar, pelatihan juga menyasar ke pegawai, instruktur warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pelatihan ini merupakan gagasan Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas I Semarang, Gunawan Prakarsa, sebagai bagian dari aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP).

Pelatihan dibagi dua sesi. Sesi pertama diisi teori untuk pembekalan mengenai pencegahan kebakaran, identifikasi potensi risiko, prosedur evakuasi, hingga tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Pelatihan sesi kedua dilanjutkan praktik simulasi penanganan kebakaran, praktik penggunaan APAR, serta mempelajari teknik tanggap darurat yang tepat untuk meminimalkan risiko korban maupun kerugian apabila terjadi kebakaran.

Tuwidi, seorang anggota Damkar Gunungpati menekankan pentingnya kecepatan respons, koordinasi antarindividu.

“Utamakan ketenangan dan jangan panik adalah faktor penting dalam penanganan kebakaran. Jangan kesampingkan prosedur keselamatan sebab itulah faktor utama dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran,” ujar Tuwidi, Jumat (12/7/2026).

Kepala Lapas Kedungpane, Ahmad Tohari, menyampaikan pelatihan tanggap darurat kebakaran merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pemasyarakatan.

“Keamanan dan keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa petugas maupun warga binaan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi potensi kebakaran sehingga dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat keadaan darurat terjadi,” ujar Tohari.

Editorial Team

Related Article