Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Temuan MBG Jateng: Banyak Sayuran dan Sisa Lele Jadi Tumpukan Sampah

Temuan MBG Jateng: Banyak Sayuran dan Sisa Lele Jadi Tumpukan Sampah
Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Dinas Ketahanan Pangan Jateng menemukan banyak sisa sayur dan ikan lele dari program Makan Bergizi Gratis karena selera makan anak-anak yang berbeda dan beberapa alergi terhadap lele.
  • Dishanpan menyoroti dapur penyedia MBG yang kurang memahami selera siswa, seperti hanya merebus sayuran tanpa variasi rasa, sehingga mendorong laporan sisa makanan melalui aplikasi BGN.
  • Program food lost and waste digencarkan bersama Udinus melibatkan 33 SD di Semarang untuk edukasi gizi seimbang dan peningkatan kreativitas olahan agar sampah makanan MBG berkurang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) menyisakan persoalan di Jawa Tengah lantaran banyak sisa makanan yang terbuang sia-sia. Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah menyatakan meski belum ada perincian data mengenai jumlah sisa MBG yang jadi sampah, namun ada indikasi sisa MBG banyak terbuang karena masalah selera pada anak-anak. 

"Kalau secara keseluruhan ada 1,4 juta ton sampah MBG se-Indonesia. Tetapi untuk wilayah Jateng belum terdata. Kita belum pernah minta laporan (ke BGN). Ya mungkin ada (data jumlahnya) jadi kita harus sinkronkan dulu sama database milik BGN," ujar Kepala Dishanpan Jateng, Dyah Lukitasari kepada IDN Times, Rabu (15/4/2026). 

Table of Content

1. Sayur MBG dan lele sering terbuang sia-sia

1. Sayur MBG dan lele sering terbuang sia-sia

Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Cimahi (18/04/2025) (Tim Komunikasi Prabowo)
Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Cimahi (18/04/2025) (Tim Komunikasi Prabowo)

Dyah menjelaskan setiap pelaksanaan MBG, rata-rata ditemukan banyak sisa sayuran dan ikan lele yang kerap menjadi sampah. 

Terkadang sejumlah siswa penerima manfaat MBG merasa alergi ketika mengonsumsi menu berbahan dasar ikan lele. 

"Rata-rata sayur paling banyak dibuang, anak-anak kan emang susah makan sayur. Terus ikan itu juga ada (anak) yang selera dan tidak. Cuman kalau MBG-nya dikasih lele sering buang juga. Karena memang ada anak yang alergi," bebernya. 

2. Dishanpan soroti cara memasak di dapur MBG

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis. IDN Times/ Riyanto.
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis. IDN Times/ Riyanto.

Dyah pun menyoroti perilaku pemilik dapur SPPG yang tidak memahami kebutuhan selera makan siswa. Sebagai contoh, katanya dalam memasak sayuran di dapur MBG hanya direbus dengan brokoli. 

"Padahal disana ada chef lho. Tapi sayur hanya direbus dengan brokoli. Menurut saya kreasi olahan dan selera makan anak harus match. Sehingga dengan program food lost waste ini, semua SPPG harus melaporkan yang terbuang berapa banyak dari aplikasi BGN. Biar nanti terinput berapa ton berapa kilo sisa MBG-nya," ungkapnya. 

3. Program food lost waste libatkan Udinus

Suasana uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 231 Padang Assempereng, Kabupaten Luwu, Jumat (24/1/2025). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Suasana uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 231 Padang Assempereng, Kabupaten Luwu, Jumat (24/1/2025). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Oleh sebab itulah, pihaknya sedang berusaha melakukan pelacakan data untuk mengetahui secara detail berapa banyak sisa MBG yang terbuang menjadi sampah. 

Di sisi lain, pihaknya sedang berusaha menggencarkan kegiatan food lost and waste (FLW) guna mengurangi tumpukan sampah yang dihasilkan dari makanan MBG. 

Ia menyoroti banyaknya sampah yang dihasilkan dari MBG dipengaruhi selera makan siswa dan kreativitas masakan yang tidak sinkron. 

"Karena kita sedang menggalakkan food lost waste, maka yang jadi sorotan utama itu karena ada masalah selera makan anak sekolah yang tidak match dengan kreasi masakan yang disajikan dapur MBG. Maka perlu ada edukasi makan gizi seimbang. Ini (kita) mau jalan. Nantinya dengan Udinus melibatkan 33 SD di Semarang," urainya.

4. SPPG harus selaraskan dengan selera makan siswa

Ilustrasi makan bergizi gratis. (IDN Times/Erik Alfian)
Ilustrasi makan bergizi gratis. (IDN Times/Erik Alfian)

Dyah berharap adanya proses edukasi makan gizi seimbang bagi siswa bisa mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dari MBG. 

Selama edukasi berlangsung, pihaknya juga akan memberikan saran-saran kepada dapur SPPG guna menyelaraskan makanan olahan MBG dengan selera para siswa. 

"Nanti setelah edukasi harapannya tentu berkurang. Kalau masih terjadi lagi, pasti akan jadi bahan evaluasi buat dapur MBG. Jadi pengelola dapurnya harus berbenah. Termasuk dalam hal kreativitas olahan. Harus ditekankan jangan hidangkan yang gak enak, yang gak sesuai olahan," tutur Dyah. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More