Untuk Isolasi Terpusat Nakes, Pemkot Solo Sewa Satu Hotel Rp160 Juta

Surakarta, IDN Times - Sebanyak 589 tenaga kesehatan (Nakes) terpapar COVID-19, jumlah tersebut berasal dari 17 Puskesmas di Kota Solo. Data Dinkes Solo sebanyak 389 nakes Bulan Januari 2022 kemarin terpapar COVID-19, dan Februari ini jumlahnya melonjak menjadi 589 nakes.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sendiri telah menyewa satu hotel sebagai lokasi isolasi terpusat (isoter) khusus para nakes. Hotel tersebut adalah Dinasty Smart Hotel yang beralamat di Jl. MT. Haryono No. 80 Manahan, Banjarsari.
1. Isolasi terpusat berada di hotel bintang 2

Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto mengatakan berdasarkan intsruksi dari Walikota Solo, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak hotel dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) untuk memetakan zona mulai dari zona hijau, zona kuning, dan zona merah sebagai penataan pelaksaan isolasi nantinya.
Terdapat 27 kamar yang nantinya akan digunakan untuk isolasi nakes, selain itu alasan dipilihanya hotel tersebut karena
ada ruang terbuka yang menjadi persyaratan utama untuk isoter.
" Kapasitas disini ada 27 kamar, tapi kapasitas itu untuk 60 pasien. Ada ruang terbuka jadi yang disana nyaman bisa melakukan aktifitas olajraga dan akrivitas berjemur sehingga pemulihan kesehatan lebih cepat," ujarnya saat ditemui di Dynasti Smart Hotel, Jumat (25/2/22).
2. Mulai digunakan awal bulan Maret

Nico mengatakan pengalih fungsian hotel menjadi isoter tersebut rencanakan akan berjalan mulai awal Maret 2022. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan sejumlah peralatan medis dan penyekat ruanamgan antar zona.
"Kita usahakan untuk secepatnya, tapi kita rencakan tanggal 1 Maret sudah mulai," katanya.
Hotel tersebut nantinya akan digunakan selama satu bulan kedepan sebagai lokasi isoter. Meski saat ini terdapat ratusan nakes yang terpapr Covid-19, Nico mengatakan dari jumlah tersebut tidak semuanya akan masuk ke isoter, hanya nakes yang tidak memungkinkan rumahnya digunakan untuk isoman.
"Yang kedua ada nakes yang masih kos, nakes yang tidak memungkinkan kondisi keluarganya, misalnya ada anak kecil. Itu yang nanti akan masuk kesini," imbuhnya.
3. Sewa senilai Rp 160 juta dalam sebulan

Lebih lanjut, Nico mengatakan status pengunaan hotel untuk lokasi isoter berstatus sewa. Pemkot Solo sendiri telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 167 juta rupiah untuk menyewa satu hotel selama 1 bulan.
"Kita sewa satu bulan untuk keseluruhan tempat hotel ini. Anggaran kita Rp 167 jutaan. Pokoknya per kamar Rp 200 ribu dikali 27 kamar," jelasnya.
Biaya tersebut, tidak termasuk biaya makam para nakes. Untuk makan sendiri akan dikirim langsung dari BPBD, untuk tiga kali makan dalam sehari.
"Memang untuk safety bersama, jadi untuk hotel ini hanya untuk room saja, untuk fasilitas makan minumnya kita yang siapin," pungkasnya.



















