Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Update Kasus Diare Massal SMAN 1 Lasem, Pasien Bertambah Jadi 23 Orang
Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)
  • Total warga SMAN 1 Lasem yang ditangani akibat diare mencapai 23 orang per Jumat pagi, naik dari 18 korban sehari sebelumnya; enam siswa masih dirawat inap di Puskesmas Lasem.
  • Kondisi enam siswa yang dirawat dilaporkan membaik, tetapi kepulangan masih menunggu pemantauan. Satu siswa lain menjalani pemeriksaan IGD dan rawat jalan secara mandiri di RSUD Rembang.
  • Penyebab diare masih diselidiki meski gejala muncul setelah konsumsi makanan MBG. SPPG Soditan Lasem menanggung biaya pengobatan dan mengevaluasi bahan, memasak, serta distribusi makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
hari Rabu

Gejala diare muncul setelah konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyebab pasti masih dalam penyelidikan.

Kamis (3/9/2026) siang

Data mencatat 18 korban diare, terdiri dari 13 siswa dan 5 guru.

Jumat (4/9/2026) pagi

Jumlah warga sekolah yang mendapat penanganan medis bertambah menjadi 23 orang. Enam siswa masih dirawat inap di Puskesmas Lasem, sementara satu siswa menjalani pemeriksaan rawat jalan di RSUD Rembang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jumlah warga SMAN 1 Lasem yang mendapat penanganan medis akibat diare bertambah menjadi 23 orang. Enam siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Lasem.
  • Who?
    Siswa dan guru SMAN 1 Lasem menjadi pasien; dr. Joko Paryanto memantau perawatan, RSUD Rembang menangani satu siswa rawat jalan, dan SPPG Soditan Lasem menanggung biaya pengobatan.
  • Where?
    Penanganan berlangsung di Puskesmas Lasem dan RSUD dr. R. Soetrasno Rembang, Kabupaten Rembang. Para pasien berasal dari SMAN 1 Lasem.
  • When?
    Hingga Jumat pagi, 4 September 2026, tercatat 23 pasien. Gejala dilaporkan muncul setelah konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis pada Rabu.
  • Why?
    Penyebab pasti diare massal masih diusut. Hingga saat ini belum ada kepastian bahwa makanan program Makan Bergizi Gratis menjadi penyebab utama karena terdapat kasus diare pada masyarakat umum dalam waktu bersamaan.
  • How?
    Pasien ditangani melalui IGD, rawat inap, dan rawat jalan. Puskesmas memantau kondisi enam siswa, sementara SPPG Soditan Lasem menyatakan biaya pengobatan dikaver penuh serta mengevaluasi bahan, memasak, dan distribusi makanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di SMAN 1 Lasem, 23 orang sakit diare. Enam siswa masih dirawat di Puskesmas Lasem, tapi mereka mulai membaik. Satu siswa juga periksa di rumah sakit. Dokter masih mencari tahu penyebabnya. SPPG Soditan Lasem bilang akan membayar semua biaya berobat dan memeriksa cara makanan dibuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah bertambahnya pasien, kondisi enam siswa yang masih dirawat dilaporkan mulai membaik dan terus dipantau ketat oleh Puskesmas Lasem. Penanganan juga didukung komitmen SPPG Soditan Lasem untuk menanggung seluruh biaya pengobatan serta mengevaluasi bahan baku, proses memasak, dan distribusi makanan, sementara penyebabnya tetap ditelusuri secara hati-hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rembang, IDN Times — Kasus diare massal yang menimpa warga SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, terus menunjukkan perkembangan terbaru. Hingga Jumat (4/9/2026) pagi, total warga sekolah yang mendapat penanganan medis akibat gangguan pencernaan ini melonjak menjadi 23 orang, dengan enam siswa di antaranya masih menjalani rawat inap di Puskesmas Lasem.

Jumlah ini bertambah jika dibandingkan dengan data pada Kamis (3/9/2026) siang yang sempat mencatatkan 18 korban (13 siswa dan 5 guru).

1. Kondisi 6 Siswa Mulai Membaik

Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, mengonfirmasi peningkatan jumlah pasien yang ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Beruntung, kondisi keenam siswa yang saat ini sedang diopname dilaporkan terus menunjukkan tren positif.

“Info sampai pagi ini, total pasien yang masuk ke UGD Puskesmas Lasem 23 orang, yang masih rawat inap 6 anak,” ujar Joko melalui pesan singkat, Jumat (4/9/2026) pagi.

Terkait opsi kepulangan para pasien, pihak puskesmas masih memantau perkembangan kesehatan masing-masing siswa secara ketat. "Nanti kita lihat dulu perkembangannya," tambahnya.

2. Siswa Juga Lakukan Periksa Rawat Jalan di RSUD Rembang

Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

Selain Puskesmas Lasem, ada pula siswa yang melakukan pemeriksaan kesehatan mandiri ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Kasi Informasi RSUD Rembang, M. Achdi Yustanto, membeberkan bahwa hingga Jumat pagi tidak ada rujukan pasien diare dalam jumlah besar, namun ada satu siswa SMAN 1 Lasem yang datang berobat.

“Ada satu pasien datang sendiri, terdata sebagai siswa SMA 1 Lasem melakukan periksa di IGD dan rawat jalan. Keluhannya diare,” terang Yustanto.

3. Penyebab Pasti Masih Diusut, SPPG Tanggung Biaya Pengobatan

Menu MBG dari SPPG Soditan yang diduga menjadi pemicu keracunan di SMAN 1 Lasem. Siswa SMAN 1 Lasem di Kabupaten Rembang dirawat di Puskesmas diduga karena keracunan MBG. Ratusan siswa terpaksa dipulangkan karena mengalami diare, mual dan muntah. (IST)

Meskipun gejala timbul setelah konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Rabu, dr. Joko Paryanto menegaskan tim medis belum bisa menyimpulkan secara final bahwa makanan MBG merupakan penyebab utamanya. Hal ini dikarenakan ada penemuan kasus diare dengan pasien dari masyarakat umum pada rentang waktu yang sama.

Di sisi lain, penyuplai makanan yakni SPPG Soditan Lasem kembali menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen menanggung penuh seluruh beban biaya pengobatan korban.

"Semua pengobatan kami pastikan gratis dan dikaver total. Kami bertanggung jawab penuh atas pemulihan kesehatan para siswa dan guru," tegas Kepala SPPG Soditan Lasem, Achmad Sholeh Syarifudin. Pihaknya juga berjanji melakukan evaluasi total mencakup pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga rantai distribusi makanan ke sekolah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article