Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai Dengarkan Pidato Prabowo, Ahmad Luthfi Klaim Dengarkan Rakyat Jateng
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat, 14 Agustus 2026. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan program pembangunan harus berujung pada kesejahteraan rakyat, dengan pemerintah daerah merespons persoalan yang dirasakan masyarakat.
  • Menindaklanjuti pidato Presiden Prabowo, Luthfi menilai capaian nasional seperti MBG, infrastruktur, pendidikan, perlindungan sosial, dan swasembada pangan perlu diwujudkan melalui langkah nyata daerah.
  • Kemiskinan Jawa Tengah turun menjadi 9,21 persen pada Maret 2026; ekonomi tumbuh 5,71 persen pada triwulan II, sementara investasi 2025 mencapai Rp110 triliun dan menyerap 257 ribu pekerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan program dan capaian pembangunan harus berujung pada kesejahteraan rakyat, setelah mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan.
  • Who?
    Ahmad Luthfi, Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah pusat, DPRD, serta warga Jawa Tengah termasuk sekitar 3,9 juta warga kelompok desil 1 hingga 4.
  • Where?
    Pernyataan dan capaian yang disampaikan berfokus pada wilayah Provinsi Jawa Tengah. Pidato Presiden berlangsung dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.
  • When?
    Ahmad Luthfi menyampaikan pernyataan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Data kemiskinan tercatat pada Maret 2026, sedangkan pertumbuhan ekonomi dan investasi terbaru hingga triwulan II atau Semester I 2026.
  • Why?
    Luthfi menilai pembangunan perlu memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan, sejalan dengan arahan Presiden mengenai kerja keras untuk rakyat, kemandirian pangan, dan pembangunan nasional.
  • How?
    Pemerintah daerah didorong merespons persoalan masyarakat, meningkatkan penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penyerapan kerja melalui keselarasan dengan pemerintah pusat dan DPRD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ahmad Luthfi mendengar pidato Presiden Prabowo. Ia bilang pemerintah harus bekerja keras dan mendengar rakyat. Prabowo bicara soal makanan sehat, jalan, sekolah, dan pangan Indonesia. Di Jawa Tengah, jumlah orang miskin turun. Sekarang pemerintah ingin terus membantu warga dan membuat lebih banyak orang punya kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penekanan Ahmad Luthfi pada pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat memberi arah yang berorientasi pada kesejahteraan. Penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang tercatat di atas nasional, serta investasi yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja menunjukkan adanya modal nyata bagi Jawa Tengah untuk menjaga perhatian pada kelompok warga yang paling membutuhkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat.

Karenanya, ia mengklaim terus merespons persoalan yang dirasakan masyarakat.

“Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” kata Luthfi, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian dan arah pembangunan nasional.

Di antaranya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan jalan dan jembatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta penguatan swasembada pangan.

Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian pangan agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari luar, terutama di tengah ketidakpastian global. Saat ini, Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Menurut Luthfi, berbagai capaian yang disampaikan Presiden tersebut harus diikuti langkah nyata oleh pemerintah daerah. Menurutnya, tolok ukur keberhasilan pembangunan bukan hanya capaian angka, melainkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks Jawa Tengah, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang beriringan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi pengingat untuk terus meningkatkan hasil pembangunan.

Luthfi menyebut, angka kemiskinan Jawa Tengah mengalami penurunan. Pada Maret 2026 angkanya menjadi 9,21 persen. Jumlah itu turun dibanding Maret 2025 yang masih pada angka 9,48 persen. Karenanya, pihaknya memberikan perhatian penuh kepada sekitar 3,9 juta warga yang berada dalam kelompok desil 1 sampai dengan 4.

Dari sisi perekonomian, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,71 persen (year on year) pada triwulan II tahun 2026 atau 5,80% (c-to-c) secara kumulatif pada Semester I-2026. Angka itu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian tersebut membuat pemerintah provinsi tetap optimistis meskipun menghadapi keterbatasan fiskal dan ketidakpastian geopolitik.

Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 257 ribu orang. Sementara hingga triwulan II atau semester I 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp48,54 triliun dengan serapan tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

Menurut Luthfi, berbagai capaian di bidang penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penyerapan tenaga kerja harus terus ditingkatkan. Untuk itu, diperlukan keselarasan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPRD.

Curated For You

Editorial Team

Related Article