Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waduh! Bangkai Sapu-sapu Cemari Bendung Karet Juana Pati yang Mengering
Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Jateng Urip Sihabudin melihat anak-anak yang dekati bangkai ikan sapu-sapu di Bendung Karet Juana. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
  • Bendung Karet Juana yang mengering di Desa Bungasrejo, Pati, dipenuhi bangkai ikan sapu-sapu berbau menyengat dan mengganggu warga; kondisi serupa sebelumnya terjadi pada 2024.
  • Warga meminta aliran air waduk dibuka kembali agar sungai tergenang, bau berkurang, dan kebutuhan pengairan pertanian di sekitar lokasi dapat terpenuhi.
  • Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati akan memindahkan lalu mengubur bangkai ikan di lahan kosong sekitar bendung; penanganan diperkirakan memakan waktu sepekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun 2024

Bendung Karet Sungai Juana sebelumnya pernah mengering.

Rabu (9/9/2026)

Urip Sihabudin meninjau lokasi dan menyatakan Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkab Pati akan memindahkan serta mengubur bangkai ikan sapu-sapu. Warga juga meminta aliran air waduk dibuka kembali untuk sungai dan pertanian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bangkai ikan sapu-sapu ditemukan di dasar Bendung Karet Juana yang mengering dan menimbulkan bau menyengat bagi warga Desa Bungasrejo.
  • Who?
    Warga Desa Bungasrejo, Pemerintah Kabupaten Pati, Sekretaris Desa Luwito Kito, dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jawa Tengah Urip Sihabudin terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Di Bendung Karet Sungai Juana, wilayah Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
  • When?
    Kondisi tersebut dilaporkan pada Rabu, 9 September 2026. Pengeringan Bendung Karet Juana disebut terjadi untuk kedua kalinya setelah kejadian pada 2024.
  • Why?
    Mengeringnya bendung menyebabkan bangkai ikan sapu-sapu berada di dasar sungai dan membusuk. Warga meminta bau ditangani serta aliran air dipulihkan untuk pengairan pertanian.
  • How?
    Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati berencana mengambil lalu mengubur bangkai ikan di lahan kosong sekitar bendung. Penanganan diperkirakan sepekan setelah alat berat didatangkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak ikan sapu-sapu mati di Bendung Karet Juana yang kering di Desa Bungasrejo, Pati. Bangkai ikan itu bau sekali dan membuat warga tidak nyaman. Warga ingin air waduk dialirkan lagi untuk sawah. Pemerintah akan mengambil lalu mengubur ikan-ikan itu. Pekerjaan ini kira-kira selesai satu minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons pemerintah daerah dan warga menunjukkan penanganan yang terarah terhadap gangguan di Bendung Karet Juana. Setelah meninjau lokasi dan mendengar keluhan masyarakat, pihak terkait sepakat memindahkan serta mengubur bangkai ikan agar bau berkurang. Aspirasi petani mengenai aliran air juga telah dicatat untuk dikoordinasikan lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pati, IDN Times - Sejumlah bangkai ikan sapu-sapu kedapatan mengganggu kenyamanan warga Desa Bungasrejo Jakenan Pati karena baunya menyengat. Bangkai ikan sapu-sapu banyak ditemukan warga di dasar Bendung Karet Juana yang kondisinya mengering.

Sekretaris Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan, kejadian mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana ini adalah kali kedua.

Sebelumnya juga terjadi pada tahun 2024. Ia meminta bau bangkai ikan sapu-sapu ini segera diatasi agar tak menimbulkan dampak negatif lainnya seperti penyebaran penyakit.

Harapannya, air waduk bisa dialirkan di sungai. Hal itu menjadi permintaan petani yang berada di sekitar lokasi.

"Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani," kata Lukito.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menyampaikan, ia sudah mengecek lokasi dan bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat.

Berdasarkan keluhan warga, bau bangkai ikan sapu-sapu yang mengganggu warga. Karenanya, mereka meminta agar dibuka aliran air dari waduk, sehingga sungai akan tergenangi. Sehingga, aliran air ini diharapkan bisa mencukupi untuk kebutuhan pengairan pertanian milik warga.

"Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu," kata Urip Rabu (9/9/2026).

Untuk penanganan bau bangkai ikan sapu-sapu, pihaknya bersama dengan Pemkab Pati sepakat segera memindahkan agar bau tak lagi mengganggu. Rencananya, bangkai akan diambil dan dikubur di sekitar Bendung Karet.

"Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu," ujarnya.

Untuk menyelesaikanya, diperkirakan butuh waktu sepekan. Lantaran perlu mendatangkan alat berat yang digunakan untuk menggali tanah. Perihal aliran air untuk pertanian, kata Urip, perlu waktu. Lantaran harus berkoordinasi dengan instansi yang menaunginya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article