Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Walikota Solo Rayakan Hari Kartini Bareng Buruh Gendong di Pasar
Wakil Walikota Solo merayakan Hari Kartini bersama burih gendong di Pasar Gede Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Solo)
  • Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani merayakan Hari Kartini di Pasar Gede dengan membagikan buket bunga dari uang Rp5.000 kepada buruh gendong sebagai bentuk apresiasi.
  • Astrid menyebut buruh gendong sebagai Kartini masa kini yang tangguh dan inspiratif, menegaskan dukungan nyata pemerintah terhadap perempuan pekerja di pasar tradisional.
  • Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi komunitas perempuan untuk mempercantik ruang publik Pasar Gede, sekaligus mendorong peran aktif perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Peringatan Hari Kartini di Pasar Gede Hardjonagoro berlangsung berbeda. Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turun langsung ke pasar, membagikan buket bunga kepada para buruh gendong sebagai bentuk apresiasi terhadap perempuan pekerja.

Aksi yang digelar Selasa (21/4/2026) pagi itu langsung menarik perhatian. Para buruh gendong tampil anggun mengenakan kebaya, jarit, dan sanggul, menciptakan suasana hangat sekaligus penuh makna di tengah aktivitas pasar.

1. Buket Uang Rp5.000 Jadi Sorotan

Wakil Walikota Solo merayakan Hari Kartini bersama burih gendong di Pasar Gede Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Solo)

Momen paling mencuri perhatian terjadi saat Astrid membagikan buket bunga unik yang dirangkai dari lembaran uang Rp5.000. Aksi simbolis tersebut disambut antusias oleh para buruh gendong maupun pengunjung pasar.

Suasana semakin meriah saat kegiatan dilanjutkan dengan tarian bersama, memperkuat nuansa kebersamaan dalam peringatan Hari Kartini.

2. Apresiasi untuk “Kartini Masa Kini”

Wakil Walikota Solo merayakan Hari Kartini bersama burih gendong di Pasar Gede Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Solo)

Astrid menegaskan bahwa perempuan buruh gendong merupakan sosok Kartini masa kini yang patut diapresiasi atas perjuangan mereka sehari-hari.

“Perempuan-perempuan hebat di Pasar Gede ini adalah Kartini masa kini. Ketangguhan mereka dalam bekerja setiap hari adalah inspirasi nyata bagi kita semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap perempuan pekerja.

“Ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin hadir, memberi apresiasi, dan memastikan perempuan-perempuan pekerja seperti ibu-ibu buruh gendong mendapat perhatian. Semangat mereka harus terus kita dukung,” kata Astrid.

3. Dorong Peran Perempuan di Ruang Publik

Wakil Walikota Solo merayakan Hari Kartini bersama burih gendong di Pasar Gede Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Solo)

Selain membagikan bunga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi dengan komunitas perempuan melalui penyediaan fasilitas tempat duduk di kawasan Pasar Gede. Upaya ini dilakukan untuk mempercantik ruang publik sekaligus meningkatkan kenyamanan destinasi wisata.

Astrid juga menegaskan bahwa saat ini peluang bagi perempuan semakin terbuka luas untuk berkontribusi dalam berbagai bidang.

“Sekarang ruang untuk perempuan semakin luas. Tinggal bagaimana kita terus menggali potensi dan berani mengambil peran, baik di ranah domestik maupun publik,” ujarnya.

Peringatan Hari Kartini di Pasar Gede menjadi gambaran nyata bahwa semangat emansipasi perempuan terus hidup, tumbuh dari keseharian para perempuan pekerja yang tangguh dan penuh dedikasi.

Editorial Team