Wamenkumham Perintahkan ASN Kemenkumham Tingkatkan Kualitas dengan Teknologi AI

Semarang, IDN Times - Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej memerintahkan semua jajaran ASN di lingkungan kanwil Kemenkumham untuk menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang saat ini berjalan sangat cepat.
Menurut Edward salah satu yang perlu ditingkatkan adalah penggunaan teknologi Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan.
"Perlu kita ketahui bersama bahwa penerapan teknologi digital yang cerdas akan membentuk pribadi aparatur negara yang tangguh dan kuat. Ini pentingnya memanfaatkan kecerdasan buatan agar mutu dan kualitas dalam bekerja membawa jalur yang positif dan maksimal," ujar Edward di sela-sela peresmian fasilitas sport center di Gedung Balai Diklat Jawa Tengah, di Jalan Raya Mijen, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jumat (17/2/2023).
1. Wamenkumham harapkan ASN jadi ujung tombak berikan pelayanan maksimal

Dirinya juga menekankan agar para ASN Kemenkumham harus menjadi ujung tombak untuk mengoptimalkan pelayanan hukum bagi masyarakat luas.
Dengan adanya fasilitas yang komplit di Gedung Balai Diklat Kemenkumham Jateng, ia mencontohkan setidaknya mampu menopang kegiatan akademik dan non akademik agar berjalan dengan seimbang.
"Apalagi di dalam gedung ini ada beragam fasilitas olahraga modern. Ini pentingnya untuk menjaga keseimbangan kesehatan tubuh dan mental yang beriringan. Sehingga ungkapan mens sana in corpore sano, yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, bisa betul-betul diterapkan di sini. Harapannya kegiatan akademik dan non akademik harus berjalan seimbang," paparnya.
“Fasilitas sarana yang dibangun balai diklat Jateng ini bisa membawa pengaruh positif untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental para ASN Kemenkumham,” tambahnya.
2. Sarana olahraga di Balai Diklat bisa dimanfaatkan masyarakat

Lebih lanjut, Edward juga menyampaikan sarana dan prasarana olahraga yang tersedia di Balai Diklat Kemenkumham Jateng tak hanya dimanfaatkan oleh kalangan pegawai, akan tetapi juga multifungsi.
Menurutnya dengan tersedianya sarana venue tenis, masyarakat juga bisa menggunakan untuk berlatih tenis.
“Bangunan ini tidak hanya difungsikan oleh Kemenkumham tapi juga bisa digunakan masyarakat untuk berlatih tenis, kita tahu sendiri kalau tenis sekarang lagi booming. Maka kalau ada tempat outdoor-nya akan lebih banyak digunakan bagi masyarakat,” sambungnya.
3. Fasilitas olahraga untuk menghilangkan rasa jenuh

Sedangkan, Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, A Yuspahrudin mengamini apa yang disampaikan Edward. Menurutnya adanya fasilitas olahraga di Gedung Balai Diklat bisa mencetak tubuh yang sehat serta jiwa yang kuat.
“Ini sebagai tempat berolahraga agar dapat menghilangkan rasa jenuh di tengah kegiatan pendidikan yang padat. Mulai ada lapangan bulu tangkis, tenis, fitnes untuk meningkatkan kualitas jasmani dan rohani,” kata Yuspahrudin.
4. Habiskan biaya Rp7 miliar

Pembangunan fasilitas tersebut menghabiskan dana mencapai Rp7 miliar. Total lahannya 4,5 hektare. Di seluruh Indonesia, Kemenkumham membangun tiga Gedung Balai Diklat di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.
Khusus untuk Jateng, Yuspahrudin mengatakan akan ada anggaran tambahan Rp5 miliar guna melengkapi fasilitas tenis outdoor, gym outdoor, dua rumah dinas dan sarana lainnya berupa kolam retensi sebagai tempat penampungan air.
"Ke depan kita akan bangun gedung asrama. Ini semuanya 4,5 hektare," ujar Yuspahrudin.

















