Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Waspada! 5 Ciri Semangka Suntikan Pemanis Buatan yang Bahayakan Ginjal

Kota Semarang
Waspada! 5 Ciri Semangka Suntikan Pemanis Buatan yang Bahayakan Ginjal
ilustrasi memotong semangka (pexels.com/Damir Mijailovic)
  • Oknum nakal terkadang diduga menyuntikkan pemanis (siklamat/sakarin) dan pewarna kimia (Rhodamin B) demi mendongkrak tampilan semangka yang hambar.

  • Ciri utamanya meliputi bekas lubang jarum yang menghitam, rasa manis yang terasa getir, hingga daging buah yang berbusa atau benyek.

  • Bahan kimia ini memaksa ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring racun, yang dalam jangka panjang berisiko memicu gagal ginjal kronis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semangka segar memang pilihan paling juara buat melepas dahaga di hari yang panas. Tapi, kadang ada saja kekhawatiran soal isu oknum pedagang nakal yang nekat menyuntikkan pemanis buatan atau pewarna tekstil demi menyulap buah hambar jadi kelihatan merah merona dan manis.

Sebenarnya, secara biologis, menyuntikkan cairan ke buah utuh justru bakal bikin semangka itu cepat membusuk dan rusak dalam hitungan hari. Jadi, trik nakal ini di satu sisi merugikan pelakunya sendiri karena buahnya tidak tahan lama. Tapi, agar kamu tetap waspada dan terhindar dari zat kimia berbahaya yang bisa merusak fungsi ginjal, yuk kenali 5 ciri semangka yang tidak sehat berikut ini!

  1. 5 Ciri Semangka Suntikan yang Wajib Diwaspadai

    Dua belahan buah semangka modern berbentuk bundar dengan daging buah berwarna merah pekat yang segar dan hampir tanpa biji di atas piring biru.
    Buah semangka modern tanpa biji dengan daging merah merona hasil dari rekayasa perkawinan silang selama ratusan tahun. (Sumber: Wikimedia Commons/Scott Ehardt)

    1. Ada Lubang Jarum Menghitam di Kulit

    Namanya juga disuntik, pasti meninggalkan bekas visual. Perhatikan area kulit luar semangka dengan teliti sebelum membeli. Jika kamu menemukan titik hitam kecil atau bekas tusukan yang tidak wajar dan tampak menghitam, sebaiknya hindari buah tersebut.

    2. Rasa Manis yang "Ting" dan Meninggalkan Getir

    Manisnya semangka alami itu menyegarkan dan selaras dengan aromanya. Sementara semangka yang diberi pemanis buatan punya rasa manis yang luar biasa tajam di lidah (manis ting), tapi anehnya meninggalkan rasa getir atau pahit di tenggorokan, serta tidak memiliki aroma khas buah segar.

    3. Daging Buah Mengeluarkan Busa dan Berbau Asam

    Ini adalah akibat proses alamiah. Air gula yang dipaksakan masuk ke dalam buah akan memicu pertumbuhan bakteri dengan sangat cepat. Proses fermentasi instan ini menghasilkan gas yang membuat daging semangka mengeluarkan busa putih dan berbau asam.

    4. Warna Merah yang Tidak Merata

    Pewarna kimia yang disuntikkan biasanya hanya menumpuk di sekitar pusat suntikan saja. Hasilnya, daging buah tampak merah pekat yang terlihat tidak alami di bagian tengah, sementara area di dekat kulitnya justru masih putih pucat.

    5. Tekstur Lembek, Benyek, dan Berair

    Cairan asing yang masuk akan merusak jaringan sel alami buah. Akibatnya, bagian dalam semangka menjadi sangat benyek, berlendir, dan mudah hancur saat ditekan, alih-alih terasa renyah (garing) saat digigit.

  2. Cara Uji Mandiri Semangka di Rumah

    Semangka
    ilustrasi semangka (pexels.com/Matheus Bertelli)

    Kalau kamu telanjur membeli semangka dan merasa ragu dengan keaslian warnanya, kamu bisa melakukan dua uji sederhana yang direkomendasikan oleh lembaga pengawas makanan berikut:

    Jenis Tes

    Cara Melakukan

    Indikasi Buah Mengandung Pewarna Buatan

    Uji Kapas

    Usapkan kapas bersih ke permukaan daging buah semangka yang berwarna merah.

    Jika kapas langsung berubah warna menjadi merah tua, fiks buah tersebut mengandung zat pewarna buatan.

    Uji Larut Air

    Potong sedikit daging semangka, lalu celupkan ke dalam segelas air mineral bening.

    Semangka alami tidak akan mengubah warna air secara instan. Jika air langsung berubah kemerahan, itu adalah zat pewarna yang larut.

  3. Mengapa Ini Berbahaya bagi Ginjal?

    ilustrasi semangka
    ilustrasi semangka (vecteezy.com/NARONG KHUEANKAEW)

    Organ ginjal berfungsi sebagai penyaring utama racun di dalam tubuh kita. Ketika pemanis buatan dosis tinggi atau pewarna tekstil (seperti Rhodamin B) masuk ke tubuh lewat makanan, ginjal dipaksa bekerja overtime melampaui batas kemampuannya.

    Jika zat kimia ini terus menumpuk, jaringan ginjal bisa rusak dan memicu gagal ginjal kronis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More