Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Kata Pelatih PSIS Semarang Setelah Gagal Kalahkan Persiku Kudus
PSIS Semarang melawan Persiku Kudus di laga pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026 yang digelar di Stadion Wergu Wetan Kudus, Sabtu (11/4/2025). (dok. PSIS)
  • PSIS Semarang bermain imbang 3-3 melawan Persiku Kudus pada pekan ke-24 Championship 2025/2026 di Stadion Wergu Wetan, meski sempat unggul dua gol di babak pertama.
  • Laga berlangsung dramatis dengan keputusan penalti melalui VAR yang memicu protes keras dari kubu PSIS setelah eksekusi ulang membuat Persiku berbalik unggul sementara.
  • Pelatih Andri Ramawi tetap mengapresiasi semangat timnya dan memilih fokus menatap sisa pertandingan, sementara Rafinha menegaskan perjuangan PSIS belum berhenti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - PSIS Semarang gagal mengamankan tiga poin saat melawan Persiku Kudus pada laga pekan ke-24 Championship 2025/2026  di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Sabtu (11/4/2026). Derby Jateng Liga 2 itu berakhir dengan skor imbang 3-3. 

1. Andri apresiasi perjuangan pemain

PSIS Semarang melawan Persiku Kudus di laga pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026 yang digelar di Stadion Wergu Wetan Kudus, Sabtu (11/4/2025). (dok. PSIS)

Meskipun hanya mengantongi satu poin, pelatih PSIS Semarang, Andri Ramawi mengapresiasi para anak asuhnya yang sudah berjuang keras di kandang Macan Muria.

Andri Ramawi, memberikan apresiasi tinggi terhadap daya juang anak asuhnya saat bertandang ke markas Persiku Kudus, Sabtu (11/4/2026).

‘’Meski gagal mengamankan tiga poin, tapi kami sempat unggul dua gol di babak pertama. Semangat pantang menyerah pemain ini dari awal babak hingga menit akhir menjadi catatan paling berharga bagi kami,’’ ungkapnya, Minggu (12/4/2026).

“Luar biasa, terlepas dari hilangnya tiga poin untuk kami. Sebab, target kami di sini tiga poin, tapi kami harus syukuri itu,” imbuh Andri.

2. Drama pinalti dan VAR

PSIS Semarang melawan Persiku Kudus di laga pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026 yang digelar di Stadion Wergu Wetan Kudus, Sabtu (11/4/2025). (dok. PSIS)

Jalannya laga kemarin antara PSIS dan Persiku ini sangat sengit dan dramatis. Sempat ada konflik di lapangan saat wasit memberikan hadiah penalti untuk Persiku melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR).

Kiper PSIS, Raka Okta sempat berhasil menepis tendangan penalti Igor Henrique. Namun, wasit memutuskan untuk mengulang eksekusi tersebut karena kiper dianggap bergerak maju lebih dulu.

Keputusan itu memicu protes keras dari ofisial dan pemain PSIS dan membuat laga sempat berhenti lama. Akhirnya, Igor melakukan eksekusi ulang dan berhasil membobol gawang PSIS. papan skor berubah menjadi 3-2 dan berbalik lebih unggul Persiku atas PSIS.

3. Perjuangan belum berhenti

PSIS Semarang gagal mengungguli Persiku Kudus pada laga pekan ke-24 Championship 2025/2026 di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Sabtu (11/4/2026). Hasil laga itu berakhir imbang dengan skor 3-3 antara Laskar Mahesa Jenar dan Macan Muria. (Dok. PSIS)

Terkait keputusan wasit yang kontroversial, Andri memilih untuk tidak menanggapi lebih jauh dan mempersilakan publik menilai sendiri melalui tayangan ulang.

‘’Fokusnya kini kami alihkan untuk menatap sisa pertandingan di putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026,’’ tandas Andri.

Sementara, pemain PSIS, Rafinha yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 melalui tendangan bebas di penghujung laga menyampaikan, perjuangan ini belum berhenti.

“Terima kasih pemain, pelatih. Perjuangan tidak bisa berhenti, tapi sampai terakhir harus terus berjuang,” ungkapnya.

Editorial Team