Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Satu Poin Harga Mati: Skenario PSIS Semarang Lolos dari Jerat Degradasi

Satu Poin Harga Mati: Skenario PSIS Semarang Lolos dari Jerat Degradasi
PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 1-0 saat melawan Kendal Tornado FC di laga pekan ke-26 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (25/4/2026). (dok. PSIS)
Intinya Sih
  • Gol penalti Alberto Goncalves membawa PSIS Semarang menang atas Kendal Tornado FC dan memperbesar peluang bertahan di Liga 2 hingga 90 persen.
  • PSIS kini berada di peringkat kedelapan Grup B dengan 23 poin, unggul lima angka dari Persiba Balikpapan yang masih berjuang keluar dari zona degradasi.
  • Laga terakhir kontra PSS Sleman jadi penentu; PSIS hanya butuh hasil imbang untuk aman, meski tim masih tanpa pelatih tetap setelah mundurnya Andri Ramawi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - PSIS Semarang meraup poin krusial saat menjamu Kendal Tornado FC, Sabtu (25/4/2026). Eksekusi penalti tunggal Alberto "Beto" Goncalves pada menit ke-62 di Stadion Jatidiri sukses memberikan tambahan tiga angka berharga. Hasil positif itu menjadi titik balik penting yang membuat peluang Laskar Mahesa Jenar bertahan di kompetisi Liga 2 menyentuh angka 90 persen.

Berikut adalah analisis mendalam mengenai situasi klasemen dan skenario perjuangan PSIS di ujung musim.

1. Posisi klasemen Grup B (Per 26 April 2026)

psis, kendal tornado, beto goncalves
PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 1-0 saat melawan Kendal Tornado FC di laga pekan ke-26 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (25/4/2026). (dok. PSIS)

Berdasarkan pembaruan data klasemen, PSIS menempati peringkat kedelapan Grup B dengan koleksi 23 poin dari 26 pertandingan (catatan selisih gol minus 25).

Tambahan poin itu sukses menjauhkan tim dari kejaran Persiba Balikpapan yang masih tertahan di zona merah (peringkat kesembilan) dengan 18 poin dan selisih gol minus 18 dari 25 laga.

Pada posisi lain, Persiku Kudus menduduki batas aman peringkat ketujuh (27 poin), sementara Persipal F.C. dipastikan terdegradasi sebagai juru kunci di dasar klasemen dengan torehan 7 poin.

2. Tiga alasan peluang bertahan menyentuh 90 persen

psis, kendal tornado
PSIS Semarang berhasil meraih kemenangan dengan skor akhir 1-0 saat melawan Kendal Tornado FC di laga pekan ke-26 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (25/4/2026). (dok. PSIS)

Situasi PSIS saat ini menguntungkan karena didukung oleh beberapa faktor penentu:

  • Jarak Poin Lebar
    • Keunggulan lima poin atas Persiba Balikpapan menjadi modal utama. Persiba hanya menyisakan dua pertandingan dengan potensi raihan maksimal enam poin.
  • Syarat Lolos Ringan
    • Laskar Mahesa Jenar hanya membutuhkan tambahan satu poin untuk mengunci posisi aman. Tim kebanggaan warga ibu kota Jawa Tengah ini juga otomatis lolos jika Persiba gagal menyapu bersih sisa laga mereka.
  • Dampak Mental Pemain
    • Kemenangan memutus rentetan hasil buruk sekaligus mengangkat moral bertanding skuad. Kehadiran pemain veteran seperti Beto Goncalves terbukti sangat krusial pada saat-saat menegangkan.

3. Risiko mengintai di laga penentuan kontra PSS Sleman

Pelatih kepala PSIS Semarang, Kas Hartadi. (Dok. PSIS)
Pelatih kepala PSIS Semarang, Kas Hartadi. (Dok. PSIS)

Nasib PSIS akan ditentukan pada pertandingan pamungkas melawan PSS Sleman Minggu (2/5/2026). Misi utama skuad pada laga tandang itu adalah mencuri minimal hasil imbang untuk mematenkan poin akhir di angka 24. Perjuangan PSIS dipastikan berjalan berat mengingat PSS Sleman berstatus sebagai pemimpin klasemen yang sedang berada di puncak performa.

Meskipun hitungan matematis sangat berpihak pada PSIS, posisi tim belum sepenuhnya aman akibat dua faktor risiko utama:

  • Skenario Poin Imbang
    • Jika PSIS kalah dari PSS Sleman, lalu Persiba memenangkan dua laga sisanya (melawan Persiku dan Deltras), poin kedua tim akan identik di angka 24. Penentuan peringkat bakal bergantung pada rekor pertemuan (head-to-head) atau selisih gol. Saat ini, selisih gol Persiba (-18) jauh lebih baik ketimbang PSIS (-25).
  • Kekosongan Kursi Pelatih
    • Pascamundurnya Andri Ramawi, tim masih beroperasi tanpa nakhoda tetap. Pelatih sementara (caretaker), Kas Hartadi dituntut ekstra keras menjaga fokus pemain agar tidak terpeleset akibat kesalahan taktik di partai final yang krusial.

Nasib PSIS Semarang murni berada di tangan mereka sendiri, tanpa perlu bergantung pada hasil klub lain. Satu poin tambahan di wilayah Sleman sudah cukup untuk menyelamatkan eksistensi tim di kompetisi Liga 2 musim depan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest Sport Jawa Tengah

See More