Juru Kunci Liga 1, Satu per Satu Pemain Asing PSIS Semarang Hengkang

- Boubakary Diarra meninggalkan PSIS Semarang setelah situasi sulit di dalam tim.
- Diarra mengucapkan terima kasih kepada rekan setim, manajemen, dan pendukung PSIS Semarang.
- PSIS Semarang juga ditinggalkan oleh dua pemain lainnya dan pelatih kepala, dipicu oleh masalah finansial klub.
1. Diarra sampaikan salam perpisahan

Pengumuman perpisahan Diarra disampaikan langsung melalui akun Instagram pribadinya, @b.diarra21, pada Sabtu (17/5/2025).
"Dengan penuh haru, saya mengumumkan bahwa saya akan meninggalkan klub ini setelah dua musim yang penuh emosi, pembelajaran, dan momen-momen luar biasa," tulis Diarra dalam keterangan fotonya.
Ia mengungkapkan bahwa situasi sulit di dalam tim menjadi alasan utama keputusannya untuk angkat kaki.
"Sayangnya, musim terakhir ini cukup sulit karena situasi klub. Saya berharap bisa memberikan lebih banyak kontribusi di lapangan. Saya berharap bisa memberikan lebih banyak kontribusi di lapangan, namun di tengah semua kesulitan, saya akan selalu mengingat kebersamaan dan semangat yang kita tunjukkan di setiap momen," lanjutnya.
Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran skuad PSIS Semarang.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan setim, staf, manajemen, para pendukung, dan semua yang telah menjadikan perjalanan ini begitu berkesan. Berkat kalian semua, saya tumbuh bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi," imbuhnya.
"Terima kasih yang tulus juga dari saya dan keluarga atas sambutan hangat sejak awal kami datang. Meski banyak rintangan, kami akan pulang dengan kenangan indah dan pertemanan yang tak terlupakan. Terima kasih untuk segalanya. Yoh Iso Yoh," tutup Diarra.
2. Tunggakan gaji menjadi persoalan

Sebelum Diarra, PSIS juga telah ditinggalkan oleh dua pemain lainnya, yakni Ruxi (Roger Bonet Badia) dan Evandro Brandao. Bahkan, pelatih kepala Gilbert Agius juga telah lebih dulu meninggalkan kursi kepelatihan Mahesa Jenar.
Eksodus para pemain dan pelatih itu diduga kuat dipicu oleh masalah finansial yang melanda klub. Mulai dari keterlambatan gaji pemain dan ofisial tim yang memang menjadi perbincangan hangat di kalangan internal.
Hal tersebut sejalan dengan indikasi yang disampaikan Ruxi, Evandro, dan mantan pelatih fisik Alberto Garcia yang sebelumnya juga menyinggung soal penunggakan gaji sebagai alasan mereka meninggalkan PSIS.
3. Juru kunci Liga 1

Situasi tersebut menjadi pukulan telak bagi PSIS Semarang yang sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Bahkan, dengan satu pertandingan tersisa melawan Barito Putera pada Sabtu (24/5/2025), PSIS dipastikan akan mengakhiri musim ini sebagai juru kunci Liga 1.
Kepergian sejumlah pemain kunci menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen PSIS Semarang untuk menatap kompetisi Liga 2 musim depan.







.jpg)










