Persibangga Purbalingga melakukan pergantian pemain pada babak kedua. Keputusan ini berdampak cukup signifikan karena Laskar Jenderal Soedirman mulai lepas dari tekanan serta tampil lebih atraktif di lapangan. Persibangga mampu menginvasi lini pertahanan PSN Ngada lewat beberapa peluang.
Persibangga sempat menciptakan peluang emas lewat sepakan Usama Ahmad pada menit ke-62. Selang beberapa menit kemudian, sepakan Fahrul Erik membentur mistar gawang PSN Ngada. Erlangga Adhyaksa pun menebar ancaman lewat tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-75.
Namun, alih-alih mencetak gol penyama kedudukan, Persibangga justru ditimpa petaka saat memasuki menit ke-77. Gawang Laskar Jenderal Soedirman kecolongan kedua kali melalui gol Lazarus Sinim. Penyerang PSN Ngada itu mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan skema serangan balik.
Persibangga merespons dengan meningkatkan intensitas serangan lagi. Upaya ini sebenarnya membuahkan hasil. Laskar Jenderal Soedirman sempat memperkecil kedudukan lewat gol Usama Ahmad pada menit ke-86. Namun, gol itu gagal menyelamatkan Persibangga dari kekalahan 1-2 melawan PSN Ngada hingga peluit akhir berbunyi.