Caretaker pelatih PSIS Semarang, Anang Dwita. (dok. PSIS)
Untuk benar-benar aman dari kejaran Persiba Balikpapan, Laskar Mahesa Jenar wajib menambah minimal empat poin dari dua laga tersisa. Skenario satu kemenangan dan satu hasil seri akan membuat poin akhir menjadi 24.
Dengan jumlah itu, Persiba dipastikan gagal menyalip meskipun mereka menyapu bersih kemenangan, karena PSIS unggul dalam rekor pertemuan (head-to-head). Namun, jika hanya meraih maksimal tiga poin, nasib PSIS akan sangat bergantung pada hasil pertandingan Persiba.
Berikut adalah jadwal laga penentuan beserta analisis kekuatannya:
Melawan Tornado Pekanbaru (Kandang, 25 April 2026): Laga ini merupakan laga penentu nasib. Calon lawan cenderung bermain defensif saat tandang. Bermain di kandang sendiri adalah kesempatan terbaik meraih tiga poin penuh. Tim sementara (caretaker) perlu fokus memperbaiki penyelesaian akhir dengan mengandalkan serangan balik cepat lewat sektor sayap.
Melawan PSS Sleman (Tandang, 2 Mei 2026): Menghadapi rivalitas tinggi dan tekanan suporter tuan rumah. PSS Sleman masih berjuang mengamankan posisi di papan tengah, sehingga laga ini membawa risiko kehilangan poin yang sangat besar.
Manajemen PSIS Semarang perlu memberikan stimulus bonus kemenangan instan demi menjaga motivasi pemain. Laga kandang pada Sabtu, 25 April menjadi kunci utama. Kegagalan meraih poin penuh akan membuat beban pada laga tandang di Sleman terasa hampir mustahil untuk dipikul.
Tetap pantau pembaruan informasi terkini seputar nasib PSIS Semarang di akhir musim Liga 2 2025/2026. Bagikan artikel analisis ini kepada sesama pendukung Laskar Mahesa Jenar agar tetap solid mengawal laga penentuan tim kebanggaan warga Kota Semarang!