Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Persiku Kudus Gagal Promosi, Tapi Jadi Klub Jateng Terbaik?
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/Kelvin Stuttard)
  • Persiku Kudus menutup Championship 2025/2026 di posisi ke-7 Grup Timur dengan 27 poin, gagal bersaing untuk promosi namun selamat dari zona degradasi.
  • Skuad Macan Muria mencatat 7 kemenangan, 6 seri, dan 14 kekalahan dari 27 laga, menunjukkan performa yang naik turun sepanjang musim.
  • Produktivitas gol Persiku sangat bergantung pada pemain asing seperti Igor Henrique dan Caique Souza, sementara kontribusi pemain lokal masih minim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kudus, IDN Times - Persiku Kudus mengarungi Pegadaian Championship 2025/2026 dengan perjuangan tidak mudah. Klub besutan Pelatih Bambang Pujo Sumantri ini dipaksa berjuang untuk menghindari hukuman degradasi. Untungnya, Persiku menghadapinya dengan raihan hasil positif.

Rapor Persiku Kudus sendiri tidak terlalu memuaskan di kompetisi kasta kedua Liga Indonesia musim ini. Klub dengan julukan Macan Muria tersebut dipastikan gagal dalam perebutan tiket promosi ke kasta tertinggi. Bahkan, Persiku mengulangi pencapaian serupa ketika berkompetisi di Liga 2 musim lalu.

Lantas, seperti apa rapor dan kiprah Persiku Kudus di Championship 2025/2026?

1. Persiku bersaing di papan tengah klasemen akhir

Persiku Kudus mengawali langkah cukup berat di Championship 2025/2026. Skuad Macan Muria mesti bersaing dengan lawan kuat di Grup B atau Grup Timur. Persiku tergabung bersama PSS Sleman, Persipura Jayapura, Barito Putera, Kendal Tornado FC, Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan, PSIS Semarang, Persiba Balikpapan, dan Persipal Palu pada penyisihan.

Sayangnya, Persiku menghadapi babak penyisihan Championship 2025/2026 dengan rapor kurang maksimal. Mereka hanya membukukan statistik 7 kemenangan dalam 27 pertandingan selama tiga putaran di Grup Timur. Rapor ini membuat Macan Muria mengakhiri kompetisi dengan bersaing di papan menengah ke bawah klasemen.

Untuk lebih jelasnya, Persiku duduk di peringkat ke-7 klasemen akhir Grup Timur dengan mengumpulkan 27 poin. Mereka berjarak 2 tangga dari posisi juru kunci serta 1 tangga dari zona playoff degradasi. Capaian ini membuat Macan Muria tak layak masuk dalam kategori klub unggulan juara di Championship 2025/2026.

2. Persiku lebih banyak mencatatkan kekalahan

Persiku Kudus mempunyai catatan performa cukup negatif di Championship 2025/2026. Bagaimana tidak, rapor mereka dominan mengalami kekalahan daripada meraih kemenangan. Ini terbukti setelah Macan Muria membukukan statistik 14 kalah, 6 seri, 7 menang dari total 27 laga.

Catatan paling buruk Persiku terjadi pada putaran pertama babak penyisihan Grup Timur Championship 2025/2026. Mereka hanya meraih 1 kemenangan, 1 kali seri, 7 kekalahan dalam 9 laga. Satu-satunya hasil positif terjadi kala Persiku mengalahkan PSIS Semarang 4-0 pada laga pembuka, Minggu (14/9/2025).

Setelah itu, grafik performa Persiku cukup meningkat. Macan Muria mengemas 3 menang, 2 seri, 4 kalah pada putaran kedua babak penyisihan Championship 2025/2026. Mereka menorehkan rapor lebih baik pada putaran terakhir babak penyisihan dengan 3 kemenangan, 3 hasil seri, 3 kekalahan dalam 9 pertandingan.

3. Persiku terlalu bergantung kepada pemain asing

Ada banyak faktor yang membuat Persiku Kudus gagal tampil maksimal di Championship 2025/2026. Salah satu paling menohok mereka terlalu bergantung kepada pemain asing dalam urusan produktivitas gol. Ini membuat skuad Macan Muria mengalami ketimpangan kekuatan antarpemain musim ini.

Persiku sangat bergantung kepada determinasi Igor Henrique da Silva Costa di lini serang. Penyerang berpaspor Brasil itu menjadi top skor klub dengan 21 gol dan 4 assist dari 23 laga di Championship 2025/2026. Pemain asal Brasil lain, Caique Souza, turut berjasa dengan 5 gol dan 1 assist dari 10 laga.

Sementara itu, sumbangsih gol dari pemain lokal Persiku Kudus terbilang minim. Imam Bagus Kurnia, striker berusia 30 tahun, menjadi satu-satunya yang bersaing dengan mencatat 2 gol dan 2 assist dari 13 laga di Championship 2025/2026. Sedangkan lima pemain di antaranya kompak menyumbang satu gol, antara lain Putra Chaniago, Khoirul Anam, Crah Angger, Bhima Wibnu, dan Yohanes Kandaimu.

4. Jadi klub Jateng dengan rapor terbaik di Championship 2025/2026

Kendati belum menorehkan rapor yang memuaskan, Persiku Kudus mempunyai capaian lain yang patut diapresiasi. Macan Muria menjadi klub asal Jawa Tengah dengan torehan rapor terbaik di Championship 2025/2026. Mereka mengungguli PSIS Semarang dan Persekat Tegal.

Itu terbukti setelah PSIS menempati peringkat ke-8 di klasemen akhir Grup Timur Championship 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar ini membukukan 23 poin dari 27 pertandingan. Mereka berada di bawah Persiku Kudus untuk mengamankan zona aman dari ancaman degradasi.

Persiku dan PSIS mempunyai nasib lebih beruntung ketimbang Persekat Tegal. Ini setelah Persekat gagal bersaing di Grup Barat Championship 2025/2026 dengan menduduki peringkat ke-9 klasemen akhir. Klub racikan Pelatih I Putu Gede itu masuk ke zona playoff degradasi.

Sayangnya, Persekat kembali gagal memanfaatkan kesempatan pada laga playoff. Mereka mengalami kekalahan 1-2 dari Persiba Balikpapan saat bertanding di Stadion Trisanja, Tegal, Jumat (8/5/2026). Hasil ini memastikan Persekat terdegradasi ke Liga Nusantara (Liga 3) musim depan.

5. Rapor Persiku lebih baik ketimbang musim lalu

Persiku Kudus secara keseluruhan menorehkan rapor sedikit lebih baik ketimbang musim lalu. Macan Muria sebelumnya harus berjuang pada babak playoff degradasi di Liga 2 Indonesia 2024/2025 (kini Championship). Untungnya, mereka bangkit setelah tampil apik pada fase penentuan.

Persiku menobatkan diri sebagai juara Grup J pada playoff degradasi Liga 2 2024/2025. Mereka mengumpulkan 16 poin dari 8 pertandingan di klasemen akhir. Kala itu, mereka menunjukkan performa cukup gemilang dengan 5 kali menang, 1 kali imbang, 2 kali kalah. Statistik ini membuat Macan Muria bertahan untuk menyongsong Championship 2025/2026.

Persiku Kudus wajib melakukan pembenahan klub secara mendalam akibat rapor kurang maksimal di Pegadaian Championship 2025/2026. Ini demi kebaikan mereka untuk menggapai target lebih tinggi di kompetisi musim depan. Mampukah skuad Macan Muria merealisasikan hal tersebut dengan setidaknya lolos ke babak playoff promosi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article