Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rute Kenyang Habis Misa: Kuliner Paskah Sekitar Gereja Semarang
Hari Raya Paskah (unsplash.com/Ahna Ziegler artz)
  • Perayaan Paskah di Semarang memadukan suasana ibadah khusyuk dengan wisata kuliner legendaris di sekitar gereja bersejarah seperti Gereja Blenduk dan Katedral Santa Perawan Maria.
  • Kawasan Kota Lama menawarkan kuliner klasik seperti Es Krim Toko Oen, Sate dan Gule Kambing 29, Gulai Bustaman tanpa santan, hingga Lumpia Gang Lombok yang dikelola generasi keempat.
  • Di area Tugumuda dan Simpang Lima, jemaat bisa menikmati Ayam Goreng Pak Supar, Lumpia Cik Me Me, Bandeng Juwana Elrina, serta bersantai di Angkringan Lawang Sewu selepas misa sore.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Perayaan Paskah di Semarang menawarkan harmoni antara kekhusyukan ibadah di gedung-gedung bersejarah dan kekayaan rasa dari kuliner legendaris yang mengepungnya.

Bagi keluarga yang beribadah di kawasan Kota Lama maupun Simpang Lima atau Lawang Sewu, berikut adalah panduan eksplorasi gastronomi yang menyatukan spiritualitas dengan tradisi kuliner turun-temurun.

1. Kawasan Kota Lama (Sekitar Gereja Blenduk)

Potret Gereja Blenduk di Semarang (pariwisata.semarangkota.go.id)

Setelah mengikuti misa di Gereja Blenduk (GPIB Immanuel), pengunjung akan berada di jantung kawasan "Little Netherlands" yang menyimpan resep-resep autentik berusia hampir satu abad.

  • Toko Oen (Eksis sejak 1936): Restoran ini merupakan mesin waktu dengan furnitur kayu klasik dan suasana kolonial yang kental. Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin bersantai dalam ketenangan seusai ibadah. Menu wajib yang patut dicoba adalah Es Krim Toko Oen (varian Rum Raisin atau Mocha Nut) yang dibuat dengan resep tradisional tanpa bahan pengawet, serta kue-kue kering Belanda seperti Kaasstengels dan Ganjel Rel.

  • Sate dan Gule Kambing 29 (Depan Gereja Blenduk): Berlokasi tepat di seberang Gereja Blenduk, tempat ini konsisten melayani pelanggan sejak tahun 1945. Menu wajibnya meliputi Sate Buntel yang tebal namun empuk, serta gulai kambing dengan kuah kaya rempah tanpa bau prengus.

  • Gulai Kambing Bustaman Pak Sabar: Terletak di belakang Gereja Blenduk, hidangan gulai ini unik karena tidak memakai santan. Rasa gurihnya murni berasal dari kelapa parut yang digoreng dan ditumbuk bersama rempah.

  • Lumpia Gang Lombok: Berjarak sangat dekat di kawasan Pecinan, ini merupakan kedai lumpia tertua di Semarang yang kini dikelola oleh generasi keempat. Hidangan ini cocok untuk buah tangan atau camilan keluarga.

2. Kawasan Tugumuda dan Simpang Lima (Sekitar Katedral)

Penampakan salib pada atap Gereja Katedral Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Bagi jemaat yang melaksanakan ibadah di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, pilihan kulinernya lebih variatif dan modern, namun tetap mempertahankan cita rasa warisan.

  • Ayam Goreng Pak Supar: Tempat makan keluarga ini sangat populer. Pelayanannya cepat meski selalu ramai, menjadikannya pilihan ideal untuk makan siang besar setelah misa. Menu wajibnya adalah ayam goreng khas Semarang yang gurih dengan sambal bawang menendang, serta sop buntut berkaldu kaya rasa.

  • Lumpia Cik Me Me: Berlokasi di Jalan Gajahmada, tempat ini dikelola oleh generasi kelima pelopor lumpia Semarang. Fasilitasnya lengkap, mulai dari area makan (dine-in) yang nyaman hingga pilihan isian lebih variatif seperti kepiting dan jamur.

  • Bandeng Juwana - Elrina: Pusat oleh-oleh paling ikonik di Jalan Pandanaran (dekat Katedral). Selain berbelanja, pengunjung bisa menikmati berbagai olahan bandeng di restoran lantai atasnya.

  • Angkringan Lawang Sewu: Jika ibadah dilakukan pada sore hari, jemaat bisa mampir ke angkringan viral di halaman depan Lawang Sewu untuk menikmati nasi kucing dengan pemandangan megah gedung bersejarah tersebut pada malam hari.

3. Tips kuliner keluarga saat Paskah

ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/fauxels)

  • Cek Jam Operasional: Sebagian tempat makan legendaris seperti Sate 29 biasanya tutup pada hari Minggu atau hari libur besar. Sangat disarankan untuk melakukan konfirmasi atau datang pada hari Sabtu saat persiapan Paskah.

  • Lakukan Reservasi: Untuk tempat populer seperti Toko Oen atau Ayam Goreng Pak Supar, datanglah lebih awal sebelum jam makan siang puncak agar tidak menunggu lama di tengah cuaca Semarang yang terik.

  • Pilih Kemasan Vakum: Jika ingin membawa pulang lumpia Semarang sebagai bingkisan Paskah, pilih kemasan vakum agar tahan lebih lama hingga 14 hari di dalam lemari pembeku (freezer).

Menyusun rencana perjalanan (itinerary) yang menggabungkan jadwal ibadah misa dengan waktu makan di restoran legendaris tersebut dapat menjadi kegiatan yang menarik. Selamat merayakan Paskah sembari mengeksplorasi kekayaan gastronomi Kota Semarang bersama keluarga tercinta.

Editorial Team