Pasokan Gas Bumi saat Natal dan Tahun Baru Aman, PGN Borong Penghargaan

- Gas bumi aman dan andal selama Natal dan Tahun Baru 2026
- PGN membentuk Satgas Nataru dengan tiga strategi utama
- PGN meraih sejumlah penghargaan dalam Apresiasi BPH Migas 2025
Semarang, IDN Times – Sinergi antara regulator dan badan usaha kembali diperkuat demi menjaga stabilitas energi nasional selama masa libur panjang. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan pasokan gas bumi dalam kondisi aman dan andal selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Kepastian itu diperoleh setelah BPH Migas dan PGN melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pelanggan strategis serta fasilitas stasiun penyaluran (offtake station) PGN di Jawa Timur.
1. Jamin keandalan energi tanpa gangguan

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas memimpin langsung kunjungan lapangan tersebut bersama jajaran direksi PGN dan Pertagas, Jumat (26/12/2025). Wahyudi menegaskan, kondisi penyaluran gas bumi sangat prima, bahkan kapasitas pasokan melebihi kebutuhan pelanggan sehingga tidak ada kendala operasional yang berarti.
“Suplai gas bumi selama periode perayaan Natal dan Tahun Baru berada dalam kondisi sangat aman dan tidak mengalami kendala operasional,” katanya dilansir keterangan resmi yang diterima IDN Times, Kamis (1/1/2026).
Wahyudi menambahkan, kunjungan itu bertujuan menegaskan peran vital seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, operator pipa transmisi, hingga badan usaha niaga dalam menjaga kontinuitas energi bagi masyarakat dan industri.
2. Strategi satgas nataru PGN

Untuk mengawal kelancaran distribusi, PGN telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru yang bertugas mulai November 2025 hingga 11 Januari 2026. Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, memaparkan tiga strategi utama yang dijalankan oleh Satgas tersebut.
“Menghadapi periode Natal dan Tahun Baru, PGN menjalankan tiga strategi utama, yakni memastikan keandalan infrastruktur, pemenuhan seluruh kontrak pasok, serta penerapan reliability strategy. Kesiapan pasokan alternatif juga disediakan melalui beyond pipeline seperti CNG,” ujar Eri.
Di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah (Sales Operation Region/SOR III), realisasi penyaluran gas selama Nataru tercatat stabil di angka 236--241 BBTUD.
General Manager PGN SOR III, Hedi Hedianto menyebutkan, mayoritas pasokan dialirkan untuk pembangkit listrik strategis, seperti di Tambak Lorok, Gresik, dan Batang.
3. PGN borong penghargaan BPH Migas 2025

Di tengah kesiagaan mengamankan pasokan energi akhir tahun, kinerja PGN mendapat pengakuan. PGN memborong sejumlah penghargaan dalam ajang Apresiasi BPH Migas 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
PGN dinobatkan sebagai satu-satunya badan usaha yang menerima Apresiasi Badan Usaha dalam Pengembangan Jargas. Hingga kini, PGN sudah melayani lebih dari 817.000 Sambungan Rumah (SR), baik melalui skema APBN maupun investasi mandiri.
Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham menyatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berkontribusi dalam ketahanan energi nasional dan swasembada energi.
“Dedikasi terbaik dari seluruh Perwira PGN sangat berarti agar perusahaan dapat terus memberikan layanan gas bumi secara berkelanjutan dan adaptif menghadapi segala tantangan yang ada,” ungkap Aldi.
Selain kategori Jargas, PGN dan anak usahanya (Pertagas dan TGI) juga meraih penghargaan sebagai Badan Usaha Niaga Terbesar Terbaik, Badan Usaha Pengangkutan Terbesar Terbaik, serta apresiasi khusus atas peran aktif dalam penanggulangan bencana di Sumatera.ngkas Aldi.


















