Comscore Tracker

Temukan Dugaan Kecurangan, Demokrat Minta Pemilihan Ulang di Rembang

Calon petahana unggul tipis di Rembang

Rembang, IDN Times - Elite politik Partai Demokrat Jawa Tengah akan melaporkan ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran dalam proses Pemilihan Bupati (Pilbup) di Kabupaten Rembang. Tindakan pelanggaran yang dimaksud berupa indikasi penggelembungan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa kecamatan.

 

1. Partai Demokrat temukan kejanggalan saat hitung suara di beberapa TPS Rembang

Temukan Dugaan Kecurangan, Demokrat Minta Pemilihan Ulang di RembangIDN Times/Irfan Fathurohman

Ketua DPD Demokrat Jateng Rinto Subekti, mengungkapkan para simpatisan partainya menemukan adanya kejanggalan dalam tahapan penghitungan suara di sejumlah TPS di Rembang.

Menurutnya temuan yang paling mencolok pada hasil hitung cepat yang dilakukan pihak KPU dengan penghitungan yang dilakukan oleh tim internal DPC Demokrat Rembang. 

"Dan ternyata di beberapa TPS terjadi keganjilan. Sebab, ada banyak daftar hadir yang tidak sesuai dengan jumlah perhitungan suara. Tidak cuma satu TPS saja malahan ada di banyak TPS," ujar Rinto, Sabtu (12/12/2020).

Baca Juga: Hidup Rukun, TPS Pilkada 2020 di Rembang Pakai Bangunan Kuno Tiongkok

2. Diduga ada penggelembungan suara yang merugikan paslon Harno-Bayu

Temukan Dugaan Kecurangan, Demokrat Minta Pemilihan Ulang di RembangANTARA FOTO/Reno Esnir

Pihaknya mensinyalir terdapat penggelembungan suara di sejumlah TPS yang merugikan paslon nomor 1 Harno-Bayu Andriyanto yang diusung partainya yang berkoalisi dengan NasDem, Gerindra, PKS dan Hanura.

Harno-Bayu dalam bursa Pilbup Rembang 2020 melawan calon petahana Abdul Hafidz-Mochamad Hanies Cholil Barro yang diusung koalisi PPP, PKB, Golkar, dan PDI Perjuangan.

Lebih lanjut, partainya dalam waktu dekat bakal melaporkan kasus kecurangan tersebut kepada Bawaslu. Pihaknya juga berniat mengajukan protes ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Kita akan laporkan kasus ini ke Bawaslu. Dan kemungkinan juga bisa diteruskan ke MK karena kita khawatir perolehan suara calon yang kita usung jadi berkurang. Karena ada tindakan penggelembungan suara di beberapa TPS. Saat proses rekapitulasi juga kita sempat protes. Maka jangan sampai kasus ini dibiarkan, justru menguntungkan pihak lawan," bebernya.

3. Paslon yang diusung Demokrat menang di 17 daerah

Temukan Dugaan Kecurangan, Demokrat Minta Pemilihan Ulang di RembangANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Di sisi lain, partainya pada kontestasi Pilkada serentak di Jawa Tengah mampu meraih kemenangan di 17 kabupaten/kota. 

Perolehan kemenangan itu, katanya mencapai 75 persen dan mampu melampaui target yang dipasang oleh DPP Demokrat yakni hanya 65 persen. "Ini capaian yang luar biasa buat kita. Kita sementara ini hanya kalah di empat daerah. Beberapa TPS di Rembang, kita minta dilakukan pemungutan ulang," katanya.

Sementara itu, dalam hitung cepat KPU yang tertera dari laman resmi pilkada2020.kpu.go.id per jam 14.15 WIB siang, calon petahana Abdul Hafidz-Mochamad Hanies Cholil Barro sementara unggul tipis dengan meraup suara 50,9 persen dengan total suara yang masuk 118.627. Sedangkan paslon Harno-Bayu memperoleh raihan suara 49,1 persen atau total sebanyak 114.213.

Sejauh ini jumlah TPS yang sudah masuk penghitungan suara mencapai 54,65 persen atau sekitar 746 dari total keseluruhan ada 1.365 TPS.

4. Bawaslu belum terima laporan kecurangan di Rembang

Temukan Dugaan Kecurangan, Demokrat Minta Pemilihan Ulang di RembangIDN Times/Margith Juita Damanik

Komisioner Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Annaningsih, mengaku belum mendapat laporan mengenai kecurangan di Pilbup Rembang. "Kita tinggal menunggu laporan resminya saja dan bisa langsung menyelidiki dugaan kecurangan yang muncul di sana," pungkasnya saat dikonfirmasi terpisah oleh IDN Times. 

Baca Juga: Usai Pilkada 2020, Sampah Masker dan Sarung Tangan di Jateng Meningkat

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya