Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Film dengan Premis Menjanjikan namun Eksekusinya Mengecewakan

10 Film dengan Premis Menjanjikan namun Eksekusinya Mengecewakan
cuplikan Film Jupiter Ascending (dok. Warner Bros. Pictures/Jupiter Ascending)

Film yang bagus adalah gabungan dari premis yang menarik serta eksekusinya yang tidak mengecewakan penonton. Eksekusi-eksekusi tersebut termasuk bagaimana sutradara melakukan arahan, akting yang pas, dan juga visual efek yang menawan.

Jika salah satu di antaranya kurang maksimal, maka film tersebut akan gagal di pasaran. Kalau kamu penasaran film apa saja yang awalnya menjanjikan namun ternyata dieksekusi dengan buruk, yuk, simak daftarnya di bawah ini!

1. The Last Airbender (2010)

cuplikan Film The Last Airbender (dok. Paramount Pictures/The Last Airbender)
cuplikan Film The Last Airbender (dok. Paramount Pictures/The Last Airbender)

Film yang diadaptasi dari serial animasi Avatar: The Legend of Aang ini dieksekusi dengan sangat mengecewakan.

Penggunaan karakter non Asia juga membuat penggemar setia Aang kecewa. Selain itu, The Last Airbender lebih menonjolkan adegan pertempuran besar, alih-alih mengeksplorasi karakter Aang sendiri.

2. After Earth (2013)

cuplikan Film After Earth (dok. Columbia Pictures/After Earth)
cuplikan Film After Earth (dok. Columbia Pictures/After Earth)

Premis yang menjanjikan tidak mampu menolong After Earth karena eksekusinya yang buruk.

Untuk kedua kalinya, M. Night Shyamalan tidak mampu membuat film live action setelah kegagalannya di The Last Airbender.

Film ini mengisahkan ayah dan anak yang terdampar di planet biru secara terpisah. Nada kelam di film ini dan cara promosi yang tidak konvensional membuat After Earth menjadi film flop.

3. Jupiter Ascending (2015)

cuplikan Film Jupiter Ascending (dok. Warner Bros. Pictures/Jupiter Ascending)
cuplikan Film Jupiter Ascending (dok. Warner Bros. Pictures/Jupiter Ascending)

Hadirnya bintang kenamaan seperti Mila Kunis tidak menjamin Jupiter Ascending laris di pasaran. Hal ini disebabkan karena eksekusinya yang lemah serta alur cerita yang mudah ditebak.

Film ini berfokus pada Jupiter (Mila Kunis) yang mengetahui jati dirinya setelah bertemu dengan Caine (Channing Tatum). Jupiter yang telah ditakdirkan menyelamatkan semesta melakukan petualangan yang membahayakan dirinya.

4. Tomorrowland (2015)

cuplikan Film Tomorrowland (dok. Walt Disney/Tomorrowland)
cuplikan Film Tomorrowland (dok. Walt Disney/Tomorrowland)

Tommorowland menghadirkan visual yang bagus namun tidak dengan eksekusinya. Mengisahkan seorang remaja bernama Casey (Britt Robertson) dan pria bernama Frank (George Clooney) yang melakukan perjalanan ke ruang dimensi yang aneh.

Dengan penyampaian khas Disney, film ini tampak klise dari segi alur cerita dan pesan-pesan yang sudah sering dimuat di banyak film.

 

5. Downsizing (2017)

cuplikan Film Downsizing (dok. Paramount Pictures/Downsizing)
cuplikan Film Downsizing (dok. Paramount Pictures/Downsizing)

Downsizing menawakan premis yang cerdas dan menjanjikan, yaitu tentang penyusutan ukuran manusia di tengah dunia yang sudah padat. Namun eksekusi yang dramatis dan banyaknya plothole membuat film ini tidak sesuai harapan.

6. Mortal Engines (2018)

cuplikan Film Mortal Engines (dok. Universal Pictures/Mortal Engines)
cuplikan Film Mortal Engines (dok. Universal Pictures/Mortal Engines)

Mortal Engines memiliki premis yang tak kalah menarik, yaitu di mana semua kota dipasangi roda di bawahnya setelah kehancuran dunia yang mengerikan. Para karakter utama mencoba menghentikan kota London yang hendak menabrak kota-kota lain di depannya.

Sayangnya, alur cerita yang dangkal membuat film ini layaknya hiburan semata. Padahal film ini punya kesempatan luas untuk menyampaikan kritik sosial.

7. The Invention of Lying (2009)

cuplikan Film The Invention of Lying (dok. Warner Bros. Pictures/The Invention of Lying)
cuplikan Film The Invention of Lying (dok. Warner Bros. Pictures/The Invention of Lying)

Ide The Invetion of Lying sarat akan pesan moral, di mana seseorang menemukan kebohongan di dunia yang menjunjung tinggi kejujuran. Alih-alih menyelami tentang kebohongan dan bagaimana dampaknya, film ini malah merepetisi adegan tidak penting.

8. In Time (2011)

cuplikan Film In Time (dok. 20th Century Fox/In Time)
cuplikan Film In Time (dok. 20th Century Fox/In Time)

In Time menceritakan tentang waktu yang dimiliki orang-orang dikonversikan dalam bentuk uang. Premisnya sangat menjanjikan bukan? Sayangnya, adegan aksi yang klise, dialog yang dangkal membuat film ini gagal di pasaran.

9.Valerian and the City of a Thousand Planets (2017)

cuplikan Film Valerian and the City of a Thousand Planets (dok. STXfilms/Valerian and the City of a Thousand Planets)
cuplikan Film Valerian and the City of a Thousand Planets (dok. STXfilms/Valerian and the City of a Thousand Planets)

Kehadiran Cara Delevigne tidak membuat Valerian and the City of a Thousand Planets diterima baik oleh penonton. Selain karena dialog dan karakternya yang dangkal, film ini tidak fokus pada apa yang disampaikan.

10. Yesterday (2019)

cuplikan Film Yesterday (dok. Universal Pictures/Yesterday)
cuplikan Film Yesterday (dok. Universal Pictures/Yesterday)

Judulnya diambil dari lagu The Beatles yaitu Yesterday. Mengisahkan satu-satunya pria di dunia yang hanya mengetahui tentang The Beatles setelah pemadaman listrik di seluruh dunia. Pria tersebut lalu memanfaatkan kesempatan itu dengan mengakui lagu The Beatles sebagai ciptaannya untuk menjadi tenar.

Tentu film ini akan lebih menarik jika karakter-karakternya dieksekusi lebih dalam, daripada berfokus pada cerita romansanya saja.

Faktor-faktor dari luar seperti kurangnya promosi dan tahun rilis yang kompetitif menjadikan film-film di atas semakin gagal di pasaran. Jadi, untuk menghindari hal tersebut, penting bagi para sineas untuk mengeksekusi film secara maksimal agar dilirik penonton.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Ular Sanca 3 Meter Masuk Rumah Warga di Purwokerto

10 Apr 2026, 17:38 WIBNews