Suasana jemaah umrah asal Makassar saat terlantar dua hari di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, Arab Saudi. (Dok Tiktok Kakitha).
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu menyebut sekitar 120 jemaah umrah asal Solo sempat tertahan akibat perubahan jadwal penerbangan.
Meski demikian, maskapai tetap memberikan fasilitas akomodasi selama para jemaah menunggu jadwal kepulangan.
“Kemarin sempat ada yang terpending 120 jamaah. Tapi Alhamdulillah semua difasilitasi oleh maskapai seperti hotel dan makan tiga kali sehari,” ujarnya.
Her menambahkan, hingga saat ini keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia masih berjalan normal. Hanya saja maskapai menghindari rute penerbangan yang melewati wilayah konflik.
Menurutnya, di wilayah Soloraya masih ada sekitar 25–30 keberangkatan jemaah umrah menuju sepuluh hari terakhir Ramadan hingga Syawal, dengan menggunakan penerbangan langsung seperti Lion Air dan Garuda Indonesia.