Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
65 Rumah Terdampak Puting Beliung di Semarang dapat Bantuan Perbaikan
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara langsung menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Balai Kelurahan Gedawang, Senin (6/4/2026). (dok. Pemkot Semarang)
  • Sebanyak 65 rumah di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Semarang rusak akibat puting beliung dan kini mendapat bantuan perbaikan dari Pemkot sebagai langkah percepatan pemulihan bencana.
  • Wali Kota Agustina Wilujeng menyerahkan langsung paket sembako kepada warga terdampak serta menegaskan pentingnya gerak cepat ASN dan sinergi antarinstansi dalam penanganan bencana.
  • Pemkot Semarang menyiapkan bantuan stimulan Rp20 juta per rumah terdampak dengan verifikasi kelurahan dan OPD terkait untuk mempercepat pemulihan agar warga segera kembali ke rumahnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Sebanyak 65 rumah di RW 02 dan RW 03, Kelurahan Gedawang, Kecamatan Banyumanik yang mengalami kerusakan karena angin puting beliung menerima bantuan perbaikan dari Pemkot Semarang. Upaya itu sebagai percepatan penanganan dan pemulihan dampak bencana.

1. Serahkan bantuan paket sembako

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara langsung menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Balai Kelurahan Gedawang, Senin (6/4/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Untuk diketahui, bencana puting beliung terjadi pada Senin (30/3/2026). Sejak hari kejadian, respons cepat telah dilakukan oleh Pemkot Semarang bersama masyarakat, mulai dari pendataan, pembersihan lingkungan, hingga penyaluran bantuan darurat.

Selain itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara langsung menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak di Balai Kelurahan Gedawang, Senin (6/4/2026). Dalam kesempatan itu, wali kota menegaskan komitmennya terhadap kecepatan penanganan bencana oleh seluruh jajaran Pemkot Semarang.

“Yang pertama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa seluruh ASN di Kota Semarang ini wajib gerak cepat alias gercep. Begitu ada bencana, langsung RT atau RW melapor kepada Bu Lurah, masuk ke dalam laporan kami dan langsung tertangani,” ujarnya.

2. Sinergi jadi kunci percepatan penanganan bencana

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara langsung menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Balai Kelurahan Gedawang, Senin (6/4/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Dirinya juga memastikan bahwa penanganan awal telah dilakukan secara sigap oleh berbagai pihak, mulai dari kelurahan, BPBD, hingga dinas teknis terkait. Bantuan darurat seperti sembako, selimut, dan terpal telah disalurkan sejak hari kejadian, sementara penanganan pohon tumbang dilakukan oleh dinas terkait bersama warga.

Menurut Agustina, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam percepatan penanganan bencana. Ia menyebut, perangkat daerah seperti pihak Kelurahan, Kecamatan, Disperkim, DPU, BPBD menjadi ujung tombak dalam penanganan fisik, sementara Dinas Sosial menangani dampak sosial yang muncul.

“Penanganan cepat saat ada beberapa bencana dimana Perkim, PU, dan BPBD ini adalah ujung tombak, kemudian setelah itu Dinas Sosial harus segera menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi,” tegasnya.

3. Siapkan bantuan stimulan bagi rumah terdampak

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, secara langsung menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Balai Kelurahan Gedawang, Senin (6/4/2026). (dok. Pemkot Semarang)

Lebih lanjut, Pemkot Semarang juga menyiapkan bantuan stimulan sebesar Rp20 juta per rumah terdampak, dengan mekanisme verifikasi oleh pihak kelurahan dan OPD terkait. Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi warga dan dapat segera menempati kembali rumahnya.

Agustina menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat dan berdampak nyata bagi warga

Pihaknya berharap, melalui langkah cepat dan kolaboratif ini, masyarakat Gedawang dapat segera bangkit.

“Mudah-mudahan kita semua diberkati dan tidak lagi ada bencana-bencana yang lebih besar di Kelurahan Gedawang,” pungkasnya.

Editorial Team